Resmi Mengundurkan Diri dari Rumah Sakit
Permintaan maaf kemudian kembali disampaikan Tiara melalui video yang diunggah di akun Instagram resmi Rumah Sakit Efarina Etaham Siantar.
Dalam video tersebut, ia mengakui telah melanggar aturan rumah sakit serta menyadari tindakannya telah mencoreng nama baik institusi tempatnya bekerja.
Tiara mengungkapkan bahwa dirinya telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai bentuk tanggung jawab atas perbuatannya.
Baca Juga: Peluncuran GPT-5 6 Ditahan, OpenAI Ikuti Aturan Baru Pemerintah AS soal AI Canggih
Direktur Utama Rumah Sakit Efarina Etaham Siantar, dr. Novitasari Br Tarigan, turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut.
Ia menegaskan pihak rumah sakit telah mengambil langkah tegas. Pengunduran diri Tiara telah diterima, sehingga yang bersangkutan tidak lagi menjadi bagian dari tenaga kesehatan di Rumah Sakit Efarina Etaham Siantar.
Tiara juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.
Dikecam Warganet dan Sesama Tenaga Kesehatan
Konten yang diunggah Tiara menuai reaksi keras karena dinilai tidak memiliki empati terhadap bayi yang sedang menjalani perawatan intensif.
Tak hanya masyarakat umum, sejumlah tenaga kesehatan dan dokter juga menyampaikan kritik atas tindakan tersebut.
Baca Juga: Kematian 5 Peserta SPPI Jadi Alarm, Komnas HAM Minta Latsarmil Kopdes Disetop
Dokter Adam Prabarata, misalnya, mempertanyakan manfaat dari menjadikan pasien, khususnya bayi yang dirawat di NICU, sebagai bahan konten media sosial.
Sementara itu, dokter Robby Triangga mengingatkan pentingnya menjaga etika, profesionalisme, dan hati nurani, terutama bagi tenaga kesehatan yang setiap hari berhadapan dengan pasien.
Di sisi lain, banyak warganet juga menyoroti pentingnya menjaga privasi pasien. Mereka mengingatkan bahwa pengambilan foto maupun video di area rumah sakit memiliki aturan ketat dan harus menghormati hak pasien serta keluarga.
Baca Juga: Bos Percetakan di Senen Diduga Sekap Tiga Karyawan, Korban Ditemukan Dirantai dalam Ruko
Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa tenaga kesehatan dituntut tidak hanya memberikan pelayanan medis yang profesional, tetapi juga menjaga etika, kerahasiaan pasien, dan bijak dalam menggunakan media sosial. ***