Sementara itu, tiga korban lainnya yakni Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari juga dilaporkan menyusul gugur akibat serangan infeksi bakteri tuberkulosis paru aktif, pneumonia akut pasca-terapi oksigen di ICU, hingga komplikasi henti jantung mendadak di RSUD Abdul Aziz Singkawang.
Pihak kementerian menggarisbawahi bahwa khusus untuk mendiang Nola Dya Sari, tim penguji memang sempat menyematkan catatan medis berupa kelebihan berat badan (overweight), meski parameter fungsional tubuhnya yang lain tetap dinyatakan lolos seleksi.
Saat ini, Kemhan bersama tim dokter independen masih terus melakukan audit mendalam terhadap seluruh ekosistem pelatihan guna mengantisipasi risiko serupa di masa depan.(*)