Rentetan skandal internal serta inkonsistensi kebijakan ekonomi dinilai menjadi pemicu utama kekecewaan para pemilih yang merasa dikhianati atas janji perbaikan taraf hidup.
Baca Juga: BI Batasi Transaksi Mata Uang Asing, Langkah Tegas Perry Warjiyo Jaga Marwah Rupiah
Jika Starmer benar-benar angkat kaki dari kursinya, Inggris dipastikan akan mencetak rekor kelam dengan memiliki perdana menteri ketujuh hanya dalam waktu satu dekade terakhir.
Fenomena bongkar pasang kepemimpinan ini mencerminkan rasa frustrasi mendalam masyarakat Inggris terhadap kegagalan pemerintah dalam membenahi sektor pelayanan publik dan menertibkan isu krusial seperti imigrasi ilegal.***