INSIBERNEWS - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk tahun 2027.
Usulan tersebut disampaikan sebagai langkah mengantisipasi kebutuhan energi masyarakat yang diperkirakan terus meningkat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan volume solar bersubsidi diusulkan naik dibandingkan alokasi tahun sebelumnya.
Baca Juga: Mahasiswa Bertemu Wapres Gibran Usai Demo di Jakarta, Bahas 'Tuntutan 11+9'
Jika pada 2026 kuotanya ditetapkan sebesar 18,64 juta kiloliter (KL), maka untuk 2027 pemerintah mengajukan kisaran 18,80 juta hingga 19 juta KL.
Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Pemerintah menilai penyesuaian volume diperlukan agar distribusi energi bersubsidi tetap mampu memenuhi kebutuhan sektor produktif dan masyarakat yang berhak menerima.
Baca Juga: Megawati Bela Aksi Mahasiswa Demo di Bundaran HI, Singgung Pengawalan TNI-Polri Berlebihan
Data Kementerian ESDM menunjukkan realisasi penyaluran solar bersubsidi hingga Mei 2026 telah mencapai sekitar 7,77 juta KL.
Angka tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun proyeksi kebutuhan untuk tahun mendatang.
Tidak hanya solar, pemerintah juga mengusulkan penambahan kuota minyak tanah bersubsidi. Volume yang sebelumnya dialokasikan sebesar 0,53 juta KL pada APBN 2026 diusulkan meningkat menjadi antara 0,543 juta KL hingga 0,561 juta KL pada 2027.
Baca Juga: Geger! Pria Ditusuk hingga Tewas saat Sedang Gendong Anak di Kemayoran, Polisi Masih Buru Pelaku
Menurut Bahlil, minyak tanah masih menjadi kebutuhan penting di sejumlah daerah yang belum sepenuhnya beralih ke sumber energi lain. Karena itu, ketersediaan pasokan harus tetap dijaga agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Hingga Mei 2026, realisasi penyaluran minyak tanah bersubsidi tercatat mencapai 0,21 juta KL.
Pemerintah terus memantau perkembangan konsumsi energi di berbagai wilayah untuk memastikan kebijakan subsidi berjalan tepat sasaran.