INSIBERNEWS - Harapan berakhirnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara kedua negara dijadwalkan ditandatangani pada Minggu, 14 Juni 2026.
Melalui pernyataan yang diunggah di platform Truth Social, Trump menyebut proses negosiasi telah memasuki tahap akhir.
Ia optimistis dokumen kesepakatan dapat segera dirampungkan meskipun sebelumnya sejumlah pejabat Iran masih menyampaikan keraguan terkait waktu pasti penandatanganan.
Baca Juga: Datang ke Aksi dari Ajakan Medsos, ANH Kini Jadi Tersangka Bom Molotov saat Demo Mahasiswa
Salah satu poin yang paling menarik perhatian dalam kesepakatan tersebut adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.
Jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi pusat ketegangan geopolitik itu disebut akan kembali dapat dilalui kapal-kapal internasional setelah perjanjian resmi berlaku.
Menurut Trump, normalisasi aktivitas di Selat Hormuz akan menjadi langkah penting untuk memulihkan stabilitas perdagangan global, khususnya distribusi minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara di dunia.
Baca Juga: Sudah Sah Jadi Suami Jennifer Coppen, Justin Hubner Janji Selalu Jaga Kamari
Selain membahas jalur pelayaran internasional, Trump juga menyinggung isu program nuklir Iran. Ia mengatakan persediaan uranium yang telah diperkaya akan diamankan dan ditangani sesuai mekanisme yang disepakati setelah kondisi kawasan benar-benar stabil.
Meski menunjukkan optimisme, Trump tetap memberikan sinyal tegas bahwa Washington memiliki opsi lain apabila proses perdamaian mengalami hambatan.
Namun ia berharap seluruh pihak dapat menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi tanpa perlu mengambil langkah yang lebih ekstrem.
Baca Juga: Pria di Lampung Barat Ditusuk Brutal di Kafe Remang-remang, Pelaku Ditangkap Polisi
Optimisme serupa sebelumnya disampaikan oleh Shehbaz Sharif. Pemimpin Pakistan itu menyebut peluang tercapainya kesepakatan damai semakin besar setelah serangkaian perundingan intensif yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Pakistan diketahui memainkan peran penting sebagai mediator dalam proses negosiasi antara Washington dan Teheran.