INSIBERNEWS - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan masyarakat di Sumatra Utara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Rabu (10/6/2026).
Sejumlah wilayah diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Baca Juga: Chef Arnold Diajak Benahi Program MBG, BGN Siapkan Standar Baru untuk Ribuan Dapur
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Utami Al Khairiyah, mengatakan kondisi cuaca tersebut berpotensi terjadi di kawasan pesisir timur, daerah pegunungan, hingga wilayah lereng barat Sumatra Utara.
Masyarakat di daerah rawan diminta lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.
Menurut BMKG, hujan yang disertai petir dan embusan angin kencang dapat memicu banjir, genangan, pohon tumbang, hingga tanah longsor, terutama di daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap cuaca ekstrem.
Pada pagi hari, sebagian besar wilayah Sumatra Utara diperkirakan berada dalam kondisi berawan dengan peluang hujan ringan di sejumlah kawasan, termasuk Nias Selatan.
Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan diprediksi meluas ke berbagai daerah seperti Simalungun, Asahan, dan Pematang Siantar.
Sementara itu, pada malam hari cuaca berawan masih mendominasi dengan peluang hujan ringan di beberapa wilayah seperti Medan, Binjai, Deli Serdang, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Utara. Aktivitas masyarakat yang berlangsung hingga malam hari diimbau tetap memperhatikan perkembangan cuaca terkini
Baca Juga: Ratusan Keluarga di Jepara Krisis Air Bersih, BPBD Mulai Kirim Bantuan Tangki Air.
Memasuki dini hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah lain, termasuk Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Karo, Langkat, Mandailing Natal, Sibolga, serta kawasan Kepulauan Nias dan sekitarnya. Kondisi tersebut menunjukkan masih tingginya aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Sumatra Utara.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, agar tetap siaga serta memantau informasi cuaca resmi secara berkala.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan bagi pengguna jalan dan nelayan yang beraktivitas di wilayah yang berpotensi terdampak cuaca buruk.***