news

Idul Adha di Gaza Penuh Duka, Warga Palestina Sulit Berkurban di Tengah Dampak Perang

Selasa, 26 Mei 2026 | 14:13 WIB
Idul Adha di Gaza Penuh Duka, Warga Palestina Sulit Berkurban di Tengah Dampak Perang (Foto : dok/Anadolu)

Kesulitan serupa dialami Mohammed Shallah, pemuda 22 tahun dari Gaza selatan. Berdiri di samping makam ayahnya yang tewas dalam serangan udara di Khan Younis, ia mengenang tradisi Idul Adha yang dulu dijalankan keluarganya.

“Dulu kami memilih hewan kurban bersama ayah dan keluarga besar. Sekarang saya bahkan tidak mampu membeli satu ekor pun,” ujarnya.

Ternak Langka, Peternakan Hancur

Pedagang ternak Salah Afana membenarkan bahwa harga hewan meningkat berkali-kali lipat sejak perang meletus. Ironisnya, di tengah harga yang tinggi, permintaan justru merosot tajam karena kemiskinan yang semakin meluas.

Menurutnya, banyak ternak mati akibat serangan udara, minimnya pakan, dan runtuhnya layanan kesehatan hewan. Penutupan perlintasan juga membuat tidak ada pasokan ternak baru yang masuk ke Gaza.

Baca Juga: Terungkap! Ditendang hingga Disetrum, 9 WNI Relawan Gaza Cerita Alami Kekerasan Saat Ditahan Israel

Juru bicara Kementerian Pertanian Gaza, Raafat Asaliya, menjelaskan bahwa sebelum perang wilayah tersebut biasanya mengimpor antara 10.000 hingga 20.000 anak sapi serta 30.000 hingga 40.000 domba setiap tahun menjelang Idul Adha.

Namun perang dan penutupan akses membuat impor berhenti total. Banyak peternakan, kandang, hingga gudang pakan ikut hancur, terutama di kawasan Gaza timur yang selama ini menjadi pusat produksi ternak.

Maher al-Tabbaa menilai kerusakan tersebut berdampak besar terhadap keberlangsungan tradisi kurban di Gaza.

Baca Juga: Netanyahu Sentil Ben Gvir usai Video Penculikan Aktivis Gaza Viral, WNI dalam Flotilla Disorot

“Warga Gaza telah kehilangan akses terhadap hewan kurban selama tiga tahun berturut-turut. Tidak ada yang tahu sampai kapan Idul Adha tanpa kurban harus mereka jalani,” ujarnya. ***

Halaman:

Tags

Terkini