news

Polemik Penilaian Jadi Sorotan, Final LCC Empat Pilar MPR RI Resmi Diulang

Rabu, 13 Mei 2026 | 18:20 WIB
Polemik Penilaian Jadi Sorotan, Final LCC Empat Pilar MPR RI Resmi Diulang (Istimewa)

INSIBERNEWS - Publik ramai menyoroti terkait penilaian juri pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Diketahui pada babak final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang diikuti oleh tiga sekolah, yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggau, muncul polemik yang ramai dibahas di media sosial.

Ajang tersebut mendadak viral setelah terjadi dugaan kesalahan penilaian pada sesi rebutan. Keputusan juri saat itu menuai protes dari peserta dan menjadi perhatian luas publik.

Baca Juga: Mobil MBG Tabrak Pedagang di Bekasi Timur, Penjual Tahu Krispi Meninggal Dunia

Merespon polemik itu, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) memutuskan untuk menggelar ulang babak final. Hal ini diumumkan langsung oleh Ketua Ahmad Muzani.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan ulang final LCC akan diawasi langsung oleh pimpinan MPR RI demi memastikan proses berjalan lebih transparan dan adil.

Pelaksanaan lomba ulang akan melibatkan dewan juri independen yang berasal dari kalangan akademisi. Langkah ini diambil untuk menjaga objektivitas penilaian sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap ajang tersebut.

Baca Juga: Wamenkes Pastikan Hantavirus di RI Tidak Mematikan seperti Kasus Kapal Pesiar MV Hondius

“Final LCC tingkat Kalimantan Barat akan kami lakukan ulang dan pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba dari awal hingga selesai,” ujar Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan ulang tetap berada di bawah koordinasi Sekretariat Jenderal MPR RI. Namun, berbeda dari sebelumnya, tidak akan ada lagi juri yang berasal dari unsur internal MPR.

MPR RI juga mengakui adanya kekhilafan dalam proses penilaian pada babak final yang digelar di Pontianak pada Sabtu, 9 Mei 2026. Polemik tersebut mencuat setelah peserta menyampaikan keberatan terhadap hasil penilaian pada sesi soal rebutan.

Baca Juga: Atasi Konflik Lebanon, RI Kirim 780 Prajurit TNI untuk Misi UNIFIL Pada Akhir Mei 2026

Respons dewan juri saat itu turut menjadi sorotan warganet dan memicu perdebatan luas di berbagai platform media sosial. MPR pun akhirnya mengambil langkah evaluasi dengan memutuskan pengulangan lomba sebagai bentuk koreksi atas kesalahan yang terjadi.

Selain itu, Muzani menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang berani menyampaikan protes dan pendapat mereka secara terbuka. Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan praktik demokrasi yang sehat.

Halaman:

Tags

Terkini