INSIBERNEWS - Sorotan publik tertuju pada anggota Komisi D DPRD Jember, Achmad Syahri As Siddiqi, setelah aksinya bermain game di ponsel sambil merokok saat rapat paripurna terekam kamera dan viral di media sosial, Senin (12/5/2026).
Video tersebut memicu gelombang kritik dari masyarakat. Banyak warganet menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan oleh seorang wakil rakyat, terlebih ketika rapat resmi tengah berlangsung.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa perilaku tersebut tidak mencerminkan etika maupun disiplin lembaga legislatif.
Baca Juga: Pemprov DKI Ingatkan Panitia Kurban: Stop Bungkus Daging Pakai Plastik Hitam
“Kasus ini sudah resmi dilimpahkan ke Badan Kehormatan DPRD Jember untuk ditindaklanjuti dan dikaji lebih mendalam. Teguran lisan sudah diberikan, dan yang bersangkutan berpotensi menerima sanksi administratif hingga sanksi disiplin berat,” kata Ahmad Halim saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).
Halim menilai tindakan bermain game dan merokok saat sidang paripurna jelas melanggar aturan kedisiplinan serta etika formal dalam ruang rapat DPRD.
Dilaporkan ke Pimpinan Partai Gerindra
Tak hanya diproses di internal DPRD, kasus tersebut juga telah dilaporkan kepada pimpinan Partai Gerindra. Ahmad Halim yang berasal dari partai yang sama menyebut Achmad Syahri merupakan anggota baru dan belum pernah mengikuti pendidikan kader partai di Hambalang.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Anjlok ke Rp17,503, Pengamat Soroti Dampak Konflik Selat Hormuz
Meski demikian, Halim menegaskan proses pendisiplinan tetap akan berjalan sesuai aturan organisasi dan tata tertib partai.
“Yang bersangkutan memang tergolong anggota baru. Namun, mekanisme pendisiplinan tetap berlaku sesuai aturan lembaga maupun internal partai,” ujarnya.
DPRD Jember Desak Permintaan Maaf Terbuka
Pimpinan DPRD Jember juga mendesak Achmad Syahri As Siddiqi agar segera menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas tindakannya yang dinilai mencoreng citra lembaga legislatif.
Baca Juga: Kontroversi Final LCC Empat Pilar Kalbar, MPR RI Akui Sedang Evaluasi Penilaian
Peristiwa ini diharapkan menjadi evaluasi bagi seluruh anggota dewan agar lebih menjaga sikap dan profesionalisme saat menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
DPRD Jember menegaskan bahwa kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dibanding aktivitas pribadi saat jam kerja maupun forum resmi berlangsung.***