INSIBERNEWS - Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 setelah muncul polemik penilaian pada babak final tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Polemik tersebut menjadi sorotan publik usai video perlombaan beredar luas di media sosial dan memicu perdebatan terkait keputusan dewan juri terhadap jawaban salah satu peserta.
Dalam pernyataan resminya, Setjen MPR RI menyampaikan apresiasi atas perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan lomba pendidikan kebangsaan tersebut. Pihaknya juga menegaskan saat ini tengah melakukan penelusuran internal terkait insiden yang terjadi pada sesi final di Pontianak.
Baca Juga: Hilang Usai Erupsi Gunung Dukono, Dua Pendaki Asal Singapura Ditemukan Meninggal Tertimpa Batu
“Panitia pelaksana dari Setjen MPR RI saat ini sedang melakukan penelusuran internal terkait penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba,” demikian keterangan resmi Setjen MPR RI.
MPR menilai kegiatan pendidikan bagi generasi muda, termasuk LCC Empat Pilar, harus menjunjung tinggi sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang positif dan konstruktif.
Karena itu, evaluasi akan dilakukan terhadap berbagai aspek teknis perlombaan, mulai dari mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban peserta, sistem verifikasi jawaban, hingga tata kelola penyampaian keberatan selama kompetisi berlangsung.
Baca Juga: AS Tunggu Jawaban Iran soal Proposal Damai, Israel Tak Henti Gempur Lebanon Bikin Dunia Cemas
Langkah tersebut dilakukan agar penyelenggaraan LCC serupa di masa mendatang dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan profesional.
Selain melakukan evaluasi, MPR RI juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, dewan juri, panitia daerah, serta masyarakat yang terus mendukung pendidikan kebangsaan melalui ajang LCC Empat Pilar.
MPR menegaskan berbagai masukan publik akan dijadikan bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas.
Baca Juga: Sempat Curhat Soal Rumah Tangga, Ibu Muda di Mamuju Nekat Minum Racun Bersama Tiga Anak
Setjen MPR RI juga mengimbau semua pihak tetap menjaga suasana kondusif dan menghormati seluruh peserta didik yang telah mengikuti kompetisi tersebut.
Kronologi Polemik Penilaian LCC Empat Pilar Kalbar
Sebelumnya, babak final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat mempertemukan tiga sekolah, yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.