INSIBERNEWS - Polemik yang melibatkan salah satu pejabat kampus mencuat ke publik. Rektorat Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi (UIN STS Jambi) resmi menonaktifkan sementara seorang dosen berinisial DK dari jabatannya sebagai wakil dekan.
Keputusan ini diambil setelah munculnya dugaan kasus penggerebekan yang melibatkan oknum dosen tersebut bersama seorang mahasiswi di sebuah kamar kos di Kota Jambi.
Rektor UIN STS Jambi, Kasful Anwar, menyatakan bahwa langkah penonaktifan dilakukan sebagai respons atas perhatian publik yang luas terhadap kasus ini, yang sebelumnya viral di media sosial dan diberitakan sejumlah media massa.
Baca Juga: Konflik Tak Kunjung Reda, AS Tutup Misi Gaza dan Bentuk Pasukan Baru
Menurut Kasful, pihak kampus menilai peristiwa tersebut sebagai hal serius karena seluruh sivitas akademika terikat oleh kode etik, disiplin, serta norma kelembagaan. Ia menegaskan bahwa UIN STS Jambi sangat menyayangkan kejadian tersebut karena dinilai mencoreng nilai-nilai akademik.
Sebagai tindak lanjut, kampus akan melakukan penelusuran mendalam untuk memastikan fakta yang sebenarnya. Hal ini sekaligus menjadi bentuk komitmen institusi dalam menjaga marwah kampus, integritas akademik, dan etika yang menjadi fondasi kehidupan perguruan tinggi.
“Penonaktifan jabatan ini bertujuan untuk menjaga objektivitas proses pemeriksaan serta memastikan situasi akademik tetap kondusif,” jelas Kasful.
Baca Juga: SIAGA 98 Kecam Video Viral Amien Rais soal Hubungan Prabowo-Teddy
Selain dinonaktifkan dari jabatan struktural, DK juga akan menjalani pemeriksaan etik. Kampus ingin memastikan kejelasan status hukum serta kebenaran informasi yang beredar.
Pihak rektorat menegaskan, jika terbukti terjadi pelanggaran terhadap aturan atau kode etik, maka sanksi akan dijatuhkan sesuai regulasi yang berlaku di lingkungan kampus.
Tak hanya itu, untuk sementara waktu DK juga dihentikan dari berbagai aktivitas yang mewakili institusi, baik di dalam maupun luar kampus. Aktivitas akademik seperti mengajar, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat pun ikut dibekukan selama proses berlangsung.
Baca Juga: Indonesia Masuk 2 Besar Dunia dalam Ketahanan Energi, Bahlil Lahadalia Beberkan Faktanya
Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan penggerebekan terjadi pada Jumat (1/5) malam di kawasan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. DK disebut digerebek oleh istri sahnya bersama warga saat berada di kamar kos bersama seorang mahasiswi.
Meski demikian, pihak kampus menegaskan bahwa tindakan personal tersebut tidak dapat digeneralisasi sebagai cerminan nilai atau budaya kerja institusi.