news

SIAGA 98 Kecam Video Viral Amien Rais soal Hubungan Prabowo-Teddy

Minggu, 3 Mei 2026 | 15:52 WIB
SIAGA 98 Kecam Video Viral Amien Rais soal Hubungan Prabowo-Teddy (Istimewa)

INSIBERNEWS - Polemik politik memanas setelah pernyataan tokoh senior Amien Rais yang mengkritik Presiden Prabowo Subianto viral di media sosial.

Kritik tersebut menyoroti kedekatan Prabowo dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Melalui kanal YouTube pribadinya pada Kamis (30/4/2026), Amien Rais secara terbuka mempertanyakan hubungan di lingkaran kekuasaan tersebut.

Menurut Amien, polemik yang dibiarkan tanpa klarifikasi berpotensi menggerus kepercayaan publik.

Baca Juga: Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dipasangi Palang Sementara, Masyarakat Diminta Waspada

Ia bahkan mengaitkan fenomena tersebut dengan kisah Nabi Luth sebagai peringatan pentingnya menjaga nilai etika.

Amien juga menekankan bahwa perilaku pemimpin dan orang-orang di sekitarnya tidak bisa dianggap sebagai urusan pribadi semata. Dalam pandangannya, setiap tindakan di lingkaran kekuasaan akan selalu memengaruhi persepsi publik.

SIAGA 98: Hoaks dan Narasi Personal Rusak Demokrasi

Di tengah polemik tersebut, organisasi masyarakat SIAGA 98 turut angkat bicara. Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin, menyampaikan keprihatinan atas maraknya informasi yang dinilai tidak akurat di ruang publik.

Dalam pernyataan resminya pada Sabtu (2/5/2026), Hasanuddin menegaskan bahwa penyebaran hoaks dapat merusak kualitas demokrasi dan menurunkan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga: Tips Aman Melintasi Rel Kereta dengan Mobil Listrik agar Terhindar dari Kecelakaan

“Kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional, namun harus dijalankan dengan tanggung jawab, berbasis fakta, dan menjunjung tinggi etika,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan kebebasan berekspresi justru dapat memperkeruh ruang publik dan memicu disinformasi.

SIAGA 98 menilai pernyataan Amien Rais yang menyinggung aspek personal terhadap Teddy Indra Wijaya mencerminkan pola kampanye negatif dalam politik.

Menurut mereka, kritik yang disampaikan tidak berbasis data yang kuat, melainkan cenderung subjektif dan menyerang ranah pribadi.

Halaman:

Tags

Terkini