“Kita tidak akan ikut dalam aksi militer terhadap Hamas. Peran kita murni sebagai penjaga perdamaian,” jelasnya.
Meski telah merencanakan pengiriman hingga 8.000 personel TNI untuk misi kemanusiaan dalam International Stabilization Force (ISF), pemerintah memutuskan untuk menunda pelaksanaan tersebut.
Penundaan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Baca Juga: Sambut Hari Raya Idul Fitri, Berikut Ucapan dari Donald Trump untuk Umat Muslim
Setelah melakukan konsultasi dengan berbagai pihak, pemerintah menilai situasi belum memungkinkan untuk pengiriman pasukan.
“Saat ini semuanya masih dalam status ditangguhkan atau on hold sampai kondisi lebih kondusif,” ungkap Prabowo.
Menunggu Mandat PBB dan Situasi Aman
Walaupun persiapan internal TNI telah dilakukan, Indonesia tetap menunggu mandat resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa serta kondisi keamanan yang stabil sebelum memberangkatkan pasukan.
Langkah ini menunjukkan kehati-hatian Indonesia dalam menjaga peran sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia tanpa terlibat langsung dalam konflik bersenjata. ***