INSIBERNEWS - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza tidak bertujuan untuk melucuti senjata kelompok Hamas.
Misi tersebut, menurutnya, sepenuhnya berfokus pada perlindungan warga sipil di tengah konflik yang terus memanas.
Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak ingin terlibat dalam proses deweaponization atau pelucutan senjata pihak mana pun.
“Kita tidak mau ikut mengambil senjata dari Hamas. Tujuan kita adalah menjaga keselamatan rakyat sipil dari berbagai ancaman,” ujarnya.
Baca Juga: Iran Berduka, Juru Bicara IRGC Tewas di Tengah Eskalasi Konflik dengan Israel
Komitmen Indonesia untuk Palestina
Prabowo menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen panjang Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Sejak dulu, Indonesia konsisten berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina di forum internasional.
“Misi ini adalah kelanjutan dari sikap bangsa Indonesia yang selalu membela kemerdekaan Palestina,” tegasnya.
Rencana pengiriman pasukan perdamaian ini akan dilakukan dalam kerangka Board of Peace (BoP), namun hanya jika seluruh pihak terkait memberikan persetujuan.
Negara-negara dengan pengaruh besar di kawasan Timur Tengah menjadi faktor penting dalam keputusan ini, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir.
Baca Juga: Bos Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Intip Profil Tokoh Bisnis Legendaris Indonesia
Selain itu, persetujuan dari pihak yang menguasai wilayah secara de facto juga menjadi syarat utama. Prabowo menyebut bahwa keterlibatan Indonesia hanya dapat berjalan jika diterima oleh Hamas.
Prinsip Non-Militer: Indonesia Tolak Konfrontasi
Dalam skema BoP, setiap negara memiliki batasan nasional atau national caveats yang harus dihormati. Indonesia, kata Prabowo, mengambil sikap tegas untuk tidak terlibat dalam konflik bersenjata.