INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mempertanyakan keberadaan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.
Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali memanas. Di tengah situasi tersebut, Trump mengaku belum melihat bukti yang menunjukkan bahwa Mojtaba Khamenei benar-benar masih hidup sejak diangkat menjadi pemimpin tertinggi Iran.
Menurut Trump, hingga saat ini belum ada bukti visual yang memastikan kondisi pemimpin baru Iran tersebut.
“Saya tidak tahu apakah dia bahkan masih hidup. Sejauh ini tidak ada yang bisa menunjukkan dia,” ujar Trump.
Seperti yang diketahui berbagai rumor yang beredar terkait kondisi Mojtaba Khamenei di tengah konflik yang semakin memanas.
Ramai kabar bahwa pemimpin baru Iran tersebut mungkin sudah meninggal. Namun, Trump mengakui bahwa informasi tersebut masih sebatas spekulasi.
“Saya mendengar dia tidak hidup, dan jika dia hidup, dia harus melakukan sesuatu yang sangat cerdas untuk negaranya, yaitu menyerah,” kata Trump.
Pernyataan tersebut langsung memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi sebenarnya dari Mojtaba Khamenei.
Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin tertinggi Iran setelah ayahnya, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Namun sejak resmi menggantikan posisi ayahnya pada awal Maret, Mojtaba Khamenei belum pernah terlihat tampil di hadapan publik. Ketidakhadiran ini memicu berbagai spekulasi baik di dalam negeri Iran maupun di dunia internasional.
Mengutip laporan dari The New York Times, disebutkan bahwa Mojtaba Khamenei kemungkinan mengalami cedera saat serangan awal terjadi.
Disebutkan bahwa ia mengalami luka, termasuk pada bagian kaki.