Menurut dia, hilirisasi emas tidak berhenti pada kapasitas pemurnian, tetapi mencakup pembangunan sistem rantai pasok yang terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan sehingga nilai tambah tetap berada di dalam negeri.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold, Tbk, Albert Saputro menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan penyerapan produksi emas Merdeka secara optimal di dalam negeri, sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok hulu-hilir nasional.
“Dengan basis produksi yang semakin kuat dari Tujuh Bukit dan Pani Gold Mine, kami membutuhkan struktur offtake yang stabil dan terukur. GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik.” Ungkap Albert.
Melalui GSPA ini, ANTAM bersama BSI dan PETS menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas pasokan, mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pemurnian dalam negeri, serta memperkuat kedaulatan dan integritas industri emas nasional melalui rantai pasok yang kokoh, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah bagi Indonesia.