Menjadi Wapres ke-6 RI Mendampingi Soeharto
Puncak karier politiknya terjadi pada 1993, ketika ia dilantik sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, mendampingi Presiden ke-2 RI, Soeharto. Jabatan tersebut diembannya hingga 1998.
Pengalamannya sebagai ajudan presiden sebelumnya turut memperkuat kapasitasnya dalam menjalankan tugas kenegaraan. Selama menjabat sebagai wapres, ia berperan dalam berbagai agenda pemerintahan di era Orde Baru.
Kiprah Pasca-Wakil Presiden
Usai menyelesaikan masa jabatan sebagai wakil presiden, Try Sutrisno tetap aktif dalam organisasi dan kehidupan berbangsa.
Baca Juga: Ibu Kandung Nizam Syafei Ajukan Perlindungan ke LPSK Usai Terima Ancaman Misterius
Ia dipercaya menjadi Ketua Pepabri periode 1998–2003. Di bawah kepemimpinannya, organisasi purnawirawan TNI tersebut semakin solid dan terkoordinasi.
Selain itu, ia juga pernah menjadi sesepuh di Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKP), menunjukkan perannya yang tetap relevan dalam dinamika politik nasional.
Warisan dan Pengaruh dalam Sejarah Indonesia
Try Sutrisno dikenang sebagai figur militer yang disiplin sekaligus pemimpin negara yang berpengalaman. Kiprahnya di dunia kemiliteran dan pemerintahan menjadikannya salah satu tokoh berpengaruh dalam perjalanan sejarah Indonesia modern.
Wafatnya Try Sutrisno menjadi momen refleksi atas dedikasi panjangnya kepada bangsa dan negara. Jejak pengabdiannya akan selalu menjadi bagian dari catatan penting perjalanan Republik Indonesia.