INSIBERNEWS - Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Pedongkelan Belakang, RT 03/RW 14, Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu dini hari. Peristiwa ini menghanguskan empat rumah semi permanen serta tiga lapak milik warga.
Api diduga berasal dari salah satu bangunan sebelum dengan cepat merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Material rumah yang mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar dan menimbulkan kepanikan warga yang tengah terlelap.
Baca Juga: Insanul Fahmi Munculkan Lagi Foto Bareng Wardatina Mawa di Instagram, Resmi Damai?
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Suheri, menyampaikan bahwa penyebab kebakaran sementara diduga akibat gangguan instalasi listrik.
“Dugaan penyebab sementara karena fenomena listrik atau arus pendek,” ujar Suheri saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Akibat kejadian tersebut, tiga kepala keluarga dengan total 12 jiwa dilaporkan kehilangan tempat tinggal. Sebagian warga hanya sempat menyelamatkan diri tanpa membawa barang berharga karena api menyebar dengan cepat.
Baca Juga: Buntut Kemunduran Ketua OJK, Wakil Ketua Mirza Adityaswara Juga Ikut Mundur dari Jabatan
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun kerugian materi diperkirakan cukup besar mengingat seluruh bangunan yang terbakar mengalami kerusakan berat.
Informasi awal kebakaran diterima petugas pemadam kebakaran pada pukul 04.47 WIB. Tak lama berselang, tim langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
“Petugas mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 04.53 WIB setelah menerima laporan,” jelas Suheri.
Baca Juga: Pemulihan Pascabencana, Pemerintah Kebut Pembangunan Huntap di Sumatera Utara dan Tapanuli Selatan
Sejumlah unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api dan mencegah perluasan ke bangunan lain. Proses pemadaman berlangsung beberapa waktu hingga api berhasil dikendalikan.
Saat ini, petugas masih melakukan pendinginan di area terdampak guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Sementara itu, warga terdampak mulai mengungsi ke rumah kerabat dan berharap mendapat bantuan darurat.***