Langkah diplomatik ini dinilai sebagai upaya membangun keseimbangan politik global di tengah meningkatnya tensi geopolitik.
Sejumlah analis menilai bahwa kunjungan para pemimpin Barat ke China juga berkaitan dengan kekhawatiran atas kebijakan luar negeri Trump, termasuk rencana kontroversial mengenai Greenland serta ancaman penerapan tarif tinggi terhadap negara-negara sekutu NATO.