“Pihak penanggung jawab MBG di sekolah menghubungi kami dan melaporkan beberapa siswa mengalami diare. Sebagian dibawa ke UGD, sebagian lainnya tidak masuk sekolah,” jelasnya.
Menu MBG yang dikonsumsi saat itu terdiri dari ayam suwir, kuah soto ayam, tempe, dan tauge.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak SPPG Purwosari langsung mendatangi sekolah untuk melakukan klarifikasi serta menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Baca Juga: Langgar Etika Tugas, Babinsa Utan Kayu yang Fitnah Penjual Es Gabus Ditahan Kodim Jakarta Pusat
“Kami menyatakan siap membelikan obat bagi siswa yang mengalami gejala ringan serta mengganti biaya pengobatan bagi yang harus dirawat di IGD,” tambah Umam.
Pihak SPPG juga sempat menggelar audiensi dengan pihak sekolah, guru, perwakilan kelas, serta beberapa siswa. Audiensi berlangsung sekitar 30 menit.
Namun setelah pertemuan tersebut, jumlah siswa yang mengeluhkan sakit perut terus meningkat hingga memenuhi Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Baca Juga: Wamenkomdigi Dorong Verifikasi Usia Ketat, Platform Digital Diminta Lebih Serius Lindungi Anak
“Awalnya hanya beberapa siswa, tapi jumlahnya terus bertambah. Puskesmas pun turun langsung ke sekolah dan ambulans mulai berdatangan,” ungkap Umam.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap makanan MBG yang dibagikan kepada siswa. Pemeriksaan lanjutan terus dilakukan oleh pihak terkait.***