INSIBERNEWS - Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi sorotan publik internasional setelah menuliskan pesan berbahasa Indonesia saat menyambut kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Paris, Jumat (23/1/2026).
Unggahan tersebut langsung menarik perhatian warganet karena dinilai mencerminkan kedekatan personal sekaligus diplomatik antara kedua pemimpin.
Melalui akun Instagram resminya, @emmanuelmacron, Presiden Prancis itu membagikan momen penyambutan Presiden Prabowo dengan keterangan dalam dua bahasa, yakni Prancis dan Indonesia. Langkah ini dianggap sebagai gestur simbolik yang jarang dilakukan kepala negara Eropa dalam komunikasi publiknya.
Baca Juga: Indonesia Tegaskan Dewan Perdamaian Bukan Tandingan PBB, Fokus Kawal Stabilitas Gaza–Palestina
Dalam unggahan tersebut, Macron mengungkapkan rasa senangnya bisa menyambut langsung Presiden Prabowo di ibu kota Prancis.
"Senang menyambut hari ini di Paris Presiden Indonesia, Prabowo Subianto,"tulis Macron dalam bahasa Indonesia, sebagaimana dilihat pada Sabtu (24/1/2026).
Penggunaan bahasa Indonesia oleh Macron dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap Indonesia sekaligus sinyal kuat bahwa hubungan bilateral kedua negara berada dalam fase yang semakin erat. Sejumlah pengamat diplomasi menyebut langkah ini mencerminkan pendekatan komunikasi yang lebih personal dan humanis dalam diplomasi modern.
Selain menyampaikan ucapan selamat datang, Macron juga menegaskan komitmen Prancis dan Indonesia untuk terus memperkuat kemitraan strategis di berbagai sektor. Kerja sama tersebut mencakup bidang pertahanan, ekonomi, transisi energi, hingga pendidikan dan kebudayaan.
Macron menilai Indonesia sebagai mitra penting Prancis di kawasan Indo-Pasifik. Kedua negara, menurutnya, memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitas kawasan serta menjunjung tinggi multilateralisme di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Baca Juga: Nama Cha Eun Woo Terseret Dugaan Penggelapan Pajak, Skema One-Man Agency Jadi Sorotan
Kunjungan Presiden Prabowo ke Paris sendiri menjadi bagian dari agenda diplomasi awal pemerintahannya, dengan fokus memperluas kerja sama internasional dan memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Pertemuan kedua kepala negara juga diisi dengan pembahasan isu-isu strategis, termasuk keamanan regional dan tantangan global seperti perubahan iklim.
Baca Juga: Emas Makin Menggila, Harga Dunia Hampir Sentuh USD5.000 di Tengah Gejolak Global