Isu iuran keanggotaan pun menjadi perhatian serius. Trump disebut meminta negara anggota permanen menyetor dana hingga US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun. Menurut Dino, tuntutan tersebut tidak masuk akal dan tidak sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia.
Baca Juga: Sentimen Geopolitik Melunak, Harga Minyak Dunia Tertekan ke Level Terendah Pekanan
“Indonesia tidak perlu dan tidak seharusnya membayar iuran sebesar itu. Dukungan kita pada Palestina harus diwujudkan lewat diplomasi bermartabat, bukan cek kosong,” pungkas Dino.***