news

Gaji Tak Sampai UMR, Kesejahteraan Guru Honorer Jadi Sorotan, Ini Kata Ferry Irwandi

Jumat, 23 Januari 2026 | 15:20 WIB
Influencer, Ferry Irwandi menyoroti terkait masalah gaji guru honorer yang dinilai terlalu rendah bagi kesejahteraan mereka. (YouTube.com / Ferry Irwandi)

INSIBERNEWS - Perbincangan soal rendahnya gaji guru honorer kembali ramai di media sosial. Banyak warganet menilai upah yang diterima para guru belum mencerminkan peran penting mereka dalam dunia pendidikan, bahkan jauh dari kata sejahtera.

Isu ini makin mencuat setelah publik membandingkan penghasilan guru honorer dengan tenaga kerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai memiliki upah lebih tinggi.

Menanggapi polemik tersebut, influencer sekaligus aktivis kemanusiaan Ferry Irwandi ikut angkat bicara. Ia menilai bahwa persoalan gaji guru bukan sekadar isu teknis, melainkan masalah struktural yang telah lama terjadi.

Baca Juga: Putin Belum Putuskan Undangan Trump, Keanggotaan Dewan Perdamaian Masih Dikaji

Kesejahteraan Guru Jadi Fondasi Pendidikan
Dalam siniar YouTube miliknya yang tayang pada Jumat, 23 Januari 2026, Ferry menegaskan bahwa kesejahteraan guru merupakan fondasi utama dalam membangun pendidikan yang berkualitas di Indonesia.

“Setiap kali kita bicara pendidikan, ujung-ujungnya selalu kembali ke satu hal: kesejahteraan guru, termasuk guru honorer,” ujar Ferry.

Menurutnya, pembaruan kurikulum dan penyediaan fasilitas belajar yang baik tidak akan berdampak maksimal apabila para pendidik masih bergelut dengan persoalan ekonomi.

Baca Juga: Harga Minyakita Ditargetkan Melunak Awal Februari, Pemerintah Kebut Pasokan Lewat BUMN

Gaji Guru Honorer Jauh di Bawah UMR
Ferry secara tegas menyoroti fakta bahwa banyak guru honorer digaji di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Bahkan, ia menyebut masih ada guru yang menerima upah sangat rendah.

“Kita bisa dengan mudah menemukan guru honorer yang gajinya tidak sampai UMR. Ada yang bahkan hanya menerima sekitar Rp60.000 per bulan,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, menurut Ferry, merupakan ironi besar di tengah tuntutan profesionalisme dan tanggung jawab besar yang diemban para guru.

Ia menekankan bahwa gaji guru seharusnya tidak bisa ditawar-tawar.

Baca Juga: Pidato Prabowo di WEF 2026, Optimisme Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Akan Kejutkan Dunia

“Guru harus sejahtera dan digaji layak. Itu tidak bisa dinegosiasikan dan tidak boleh dipangkas,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini