INSIBERNEWS - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, resmi melakukan pelantikan 12 tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) RI pada Kamis, 15 Januari 2026.
Prosesi pelantikan berlangsung di lingkungan Kementerian Pertahanan dan menjadi sorotan publik karena melibatkan sejumlah figur dengan latar belakang beragam, termasuk putra tokoh nasional.
Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Frank Alexander Hutapea, putra sulung pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Selain itu, terdapat pula Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto, putra budayawan dan cendekiawan muslim Emha Ainun Najib (Cak Nun), yang turut dilantik sebagai tenaga ahli.
Baca Juga: Pencarian Korban ATR 42-500 Terus Dilakukan, Smartwatch Kopilot Tunjukkan Aktivitas Langkah Kaki
Kementerian Pertahanan RI menegaskan bahwa pelantikan tersebut tidak didasarkan pada hubungan keluarga atau faktor non-profesional lainnya. Penunjukan para tenaga ahli dilakukan murni berdasarkan kompetensi, kapasitas intelektual, dan keahlian yang relevan dengan kebutuhan strategis pertahanan negara.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa Noe Letto ditetapkan sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional.
Ia menegaskan, hal yang sama juga berlaku bagi Frank Alexander Hutapea, putra Hotman Paris, yang dipilih melalui pertimbangan profesional.
Baca Juga: Insiden Maut Tol Cipularang, Truk Boks Ringsek usai Tabrak Kendaraan Depan dan Tewaskan Kernet
“Penunjukan para tenaga ahli, termasuk Noe Letto dan Frank Alexander Hutapea, tidak dikaitkan dengan latar belakang keluarga maupun faktor non-institusional lainnya,” ujar Rico kepada awak media di Jakarta, Minggu (18/1/2026).
Menurut Rico, pelantikan tenaga ahli DPN RI merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas pemikiran dan perumusan kebijakan pertahanan nasional, terutama di tengah dinamika tantangan global yang semakin kompleks.
Para tenaga ahli tersebut memiliki tugas utama memberikan masukan, kajian strategis, serta rekomendasi sesuai bidang keahliannya masing-masing. Seluruh masukan disampaikan melalui mekanisme resmi dan forum yang telah diatur dalam tata kerja Dewan Pertahanan Nasional.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Terbesar Guncang Chile, Presiden Tetapkan Status Darurat
“Dalam pelaksanaannya, tenaga ahli menyampaikan rekomendasi melalui struktur dan forum DPN yang berlaku untuk mendukung optimalisasi tugas dan fungsi Dewan Pertahanan Nasional,” jelas Rico.
Dengan pelantikan ini, pemerintah berharap kehadiran figur-figur muda dan profesional, termasuk putra Hotman Paris, dapat memperkaya perspektif serta memperkuat fondasi kebijakan pertahanan Indonesia ke depan.