INSIBERNEWS - Jakarta menutup malam pergantian tahun 2026 dengan suasana yang berbeda. Bukan semata pesta dan hiburan, ibu kota justru menjadikan momen Tahun Baru sebagai ajang kepedulian bersama bagi para korban bencana alam di berbagai wilayah Indonesia, khususnya Sumatera.
Di tengah kemeriahan perayaan, gelombang solidaritas masyarakat mengalir kuat. Hingga Rabu dini hari, 1 Januari 2026 pukul 01.30 WIB, dana donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp3,6 miliar. Seluruh dana tersebut berasal dari partisipasi publik yang secara sukarela ikut menyumbang.
Baca Juga: Ekonomi 2026 Dipatok Ngebut, Pemerintah Yakin RI Bisa Tembus Pertumbuhan 6 Persen
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut mengambil peran penting dalam gerakan kemanusiaan ini. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menetapkan kebijakan khusus dengan menyumbangkan 10 persen pendapatan Ancol pada malam pergantian tahun untuk bantuan kemanusiaan bagi wilayah terdampak bencana.
Menurut Pramono, kontribusi dari pengelola kawasan wisata tersebut akan menjadi tambahan signifikan bagi total donasi yang terkumpul.
“Kontribusi dari Ancol tentu signifikan dan akan digabungkan dalam total donasi,” ujar Pramono.
Rangkaian acara Tahun Baru di Jakarta juga dirancang dengan penuh empati. Acara diawali dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), sebagai simbol persatuan dan doa kolektif bagi para korban bencana.
Tak hanya itu, sejumlah penyesuaian dilakukan pada penampilan musik dan hiburan. Nuansa acara dibuat lebih sederhana dan reflektif sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian terhadap masyarakat di daerah yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana.
Wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi perhatian utama dalam penggalangan dana ini. Bantuan yang terkumpul diharapkan dapat meringankan beban para korban, baik untuk kebutuhan darurat maupun proses pemulihan pascabencana.
Baca Juga: Danielle Eks NewJeans Siapkan Tim Hukum, Hadapi Gugatan ADOR Ratusan Miliar Rupiah
Pramono menegaskan bahwa solidaritas ini menunjukkan wajah Jakarta yang humanis. Ia mengapresiasi masyarakat yang tetap memilih berbagi di tengah euforia pergantian tahun.
Dengan semangat gotong royong antara pemerintah dan warga, malam Tahun Baru 2026 di Jakarta menjadi pengingat bahwa perayaan sejati bukan hanya soal pesta, tetapi juga tentang kepedulian dan kebersamaan sebagai satu bangsa.***