Kejagung Bongkar Korupsi Jumbo Sepanjang 2025, Kerugian Negara Ratusan Triliun Terungkap

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 31 Desember 2025 | 19:27 WIB
Kejagung Paling Dipercaya Publik Berkat Kasus Korupsi Besar yang Ditangani Jampidsus. (foto: Istimewa)
Kejagung Paling Dipercaya Publik Berkat Kasus Korupsi Besar yang Ditangani Jampidsus. (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Kejaksaan Agung mencatat tahun 2025 sebagai periode penting dalam penanganan perkara korupsi berskala besar. Sejumlah kasus strategis yang menyangkut sektor vital negara berhasil diungkap, dengan nilai kerugian negara mencapai ratusan triliun rupiah.

Perkara-perkara tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari tata kelola minyak dan energi, pembiayaan perbankan, hingga impor komoditas pangan. Dari rangkaian penanganan itu, Kejagung tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pemulihan kerugian keuangan negara.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan publik adalah dugaan korupsi dalam tata kelola minyak. Perkara ini dinilai berdampak luas karena menyentuh sektor strategis dan berpengaruh langsung terhadap perekonomian nasional serta stabilitas harga energi.

Baca Juga: BI Setop JIBOR Mulai 2026, INDONIA Resmi Jadi Acuan Baru Suku Bunga Rupiah

Selain itu, Kejagung juga menangani dugaan tindak pidana korupsi dalam penyaluran kredit perbankan kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan dana besar serta menyangkut prinsip kehati-hatian dalam sistem perbankan nasional.

Di sektor pendidikan, dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi turut masuk dalam daftar perkara besar yang ditangani sepanjang 2025. Penanganan kasus ini dinilai penting untuk menjaga integritas anggaran pendidikan yang menyentuh kepentingan publik luas.

Kejagung juga mengusut perkara impor gula yang diduga sarat penyimpangan. Kasus ini kembali membuka persoalan tata niaga pangan yang selama ini rawan praktik korupsi dan berdampak pada harga kebutuhan pokok masyarakat.

Baca Juga: Negara Tanggung Biaya Jembatan Bailey dan Operasi TNI di Lokasi Bencana Sumatra

Dalam proses penegakan hukum tersebut, Kejagung menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pengembalian kerugian negara.

“Tidak hanya penindakan, kami juga fokus pada pemulihan keuangan negara agar manfaatnya bisa kembali dirasakan masyarakat,” ujar pejabat Kejagung dalam keterangan resminya.

Hasilnya, sepanjang 2025 Kejagung berhasil menyelamatkan keuangan negara dengan total mencapai Rp24,7 triliun dari berbagai perkara yang ditangani. Angka ini berasal dari pengembalian kerugian negara, penyitaan aset, serta eksekusi putusan pengadilan.

Baca Juga: Prabowo Pilih Sambut Tahun Baru di Aceh, Tinjau Langsung Lokasi Banjir dan Longsor

Ke depan, Kejagung memastikan penanganan perkara korupsi akan terus diperkuat, terutama pada sektor-sektor strategis. Langkah ini diharapkan tidak hanya memberi efek jera, tetapi juga memperbaiki tata kelola dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X