INSIBERNEWS - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperketat pengawasan terhadap platform permainan daring atau game online agar tidak dimanfaatkan sebagai media penyebaran paham radikal, khususnya yang menyasar anak-anak. Salah satu platform yang menjadi perhatian adalah Roblox, yang memiliki basis pengguna usia muda cukup besar.
Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Eddy Hartono mengatakan pengawasan dilakukan sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi radikalisasi di ruang digital.
Menurutnya, platform permainan daring memiliki kerentanan jika tidak dilengkapi sistem pengamanan yang memadai.
Baca Juga: SBY Pertimbangkan Langkah Hukum Terkait Isu Ijazah Jokowi, Demokrat Tegaskan Tak Ada Keterlibatan
“Terakhir yang kami monitor, pihak Roblox sedang membangun sistem identifikasi dengan kamera,” ujar Eddy di Jakarta, dikutip Rabu, 31 Desember 2025.
Ia menjelaskan, mekanisme tersebut memungkinkan platform menangkap wajah pengguna saat mengakses permainan. Jika sistem mendeteksi bahwa pengguna adalah anak-anak dan tidak memenuhi ketentuan tertentu, maka akses akan dibatasi.
“Kalau wajahnya ter-capture sebagai anak-anak, maka langsung tidak bisa mengakses,” lanjut Eddy.
Baca Juga: Prabowo Pilih Sambut Tahun Baru di Aceh, Tinjau Langsung Lokasi Banjir dan Longsor
Pernyataan tersebut disampaikan Eddy dalam acara Pernyataan Pers Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia Tahun 2025 yang dipantau secara daring. Dalam kesempatan itu, BNPT juga memaparkan strategi pencegahan radikalisme berbasis digital.
Selain pengawasan platform, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas. Aturan ini menjadi payung hukum perlindungan anak di ruang digital.
Eddy menegaskan, melalui PP tersebut, pemilik platform permainan daring diwajibkan menyediakan sistem verifikasi dan keamanan yang jelas terhadap siapa saja yang mengakses layanannya. Hal ini bertujuan mencegah anak-anak terpapar konten berbahaya.
Baca Juga: Deretan Kasus Kakap Jampidsus, Kerugian Negara Tembus Ratusan Triliun Rupiah
BNPT menilai kolaborasi antara pemerintah dan penyedia platform digital sangat penting. Tanpa dukungan teknologi dan kebijakan internal dari perusahaan, upaya pencegahan tidak akan berjalan optimal.
Di samping langkah regulatif, BNPT juga terus menggencarkan edukasi dan literasi digital kepada masyarakat. Orang tua, pendidik, dan anak-anak didorong untuk lebih waspada terhadap potensi penyebaran paham radikal melalui dunia maya.