news

Trump Klaim Damai Kamboja–Thailand, Sekalian Sindir Peran PBB

Senin, 29 Desember 2025 | 18:52 WIB
Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa ketegangan bersenjata di perbatasan Kamboja dan Thailand telah berakhir. Ia mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang disebutnya sebagai hasil positif dan patut diapresiasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Minggu. Dalam unggahan itu, Trump menyebut bentrokan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir akan dihentikan dan situasi perlahan kembali kondusif.

“Pertempuran akan berhenti untuk sementara waktu, dan mereka akan kembali hidup damai, sesuai dengan perjanjian awal yang baru saja kita sepakati,” tulis Trump.

Baca Juga: Serap Beras Naik Tajam, Bulog Siapkan Gudang Tambahan dan Pastikan Tanpa Impor

Trump juga memberikan pujian kepada para pemimpin Kamboja dan Thailand. Ia menilai kedua negara mampu menunjukkan kedewasaan politik dengan menyelesaikan konflik secara cepat melalui jalur diplomasi.

“Saya ucapkan selamat kepada para pemimpin kedua negara atas kecemerlangan mereka dalam mencapai kesimpulan yang cepat dan sangat adil ini,” ujar Trump.

Ia menggambarkan proses perundingan gencatan senjata tersebut berlangsung singkat dan tegas. Menurut Trump, penyelesaian konflik seharusnya memang dilakukan dengan cara yang lugas tanpa berlarut-larut.

Baca Juga: Libur Sekolah Bukan Alasan Berhenti, Layanan MBG untuk Ibu dan Balita Tetap Berjalan

Perjanjian gencatan senjata dilaporkan telah ditandatangani pada Sabtu lalu. Kesepakatan itu mengakhiri hampir 20 hari pertempuran intens di wilayah perbatasan yang disengketakan kedua negara Asia Tenggara tersebut.

Selama bentrokan berlangsung, konflik ini menelan dampak kemanusiaan yang besar. Laporan menyebutkan sekitar 99 orang tewas dan hampir satu juta warga sipil terpaksa mengungsi dari desa-desa di sepanjang perbatasan demi menyelamatkan diri.

Setelah mengumumkan berakhirnya konflik, Trump kemudian mengalihkan pernyataannya ke kritik terhadap lembaga internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia mempertanyakan efektivitas PBB dalam menangani konflik global.

Baca Juga: Israel Aktifkan Iron Beam, Sistem Laser Baru yang Diklaim Ubah Peta Pertahanan Udara

“Dengan semua perang dan konflik yang telah saya selesaikan dan hentikan, mungkin Amerika Serikat telah menjadi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sebenarnya,” tegas Trump.

Ia menambahkan bahwa PBB dinilai hanya memberikan sedikit bantuan nyata dalam menyelesaikan konflik-konflik internasional. Pernyataan tersebut kembali menegaskan sikap kritis Trump terhadap peran dan fungsi lembaga multilateral dunia.

Halaman:

Tags

Terkini