INSIBERNEWS - Kepolisian mengungkap fakta baru di balik kasus pembunuhan seorang ibu rumah tangga berinisial FS yang terjadi di Kota Medan, Sumatra Utara.
Peristiwa memilukan itu diduga dilakukan oleh putri kandung korban sendiri, yang dipicu oleh akumulasi amarah dan dendam akibat perlakuan kasar yang dialami selama bertahun-tahun.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn menjelaskan, hasil penyelidikan menunjukkan adanya konflik keluarga yang telah berlangsung lama. Berdasarkan pemeriksaan saksi dan analisis forensik, korban diketahui kerap melakukan kekerasan verbal maupun fisik terhadap suami serta kedua anaknya.
Baca Juga: Layanan Kesehatan Diperkuat, Dokter hingga Calon Dokter Dikirim ke Wilayah Terisolasi Pascabencana
Menurut Calvijn, sejak 8 Desember 2025 hingga peristiwa pembunuhan pada 10 Desember 2025, korban tidak pernah keluar rumah. Aktivitas keluar masuk rumah hanya dilakukan oleh pelaku, suami korban, dan anak pertama korban, sehingga menguatkan dugaan bahwa kejadian berlangsung di dalam rumah.
“Dari hasil pemeriksaan saksi, termasuk anggota keluarga, korban tidak pernah keluar rumah sejak 8 Desember. Hanya pelaku, suami, dan anak pertama yang keluar masuk,” ujar Calvijn.
Penyidik juga menemukan fakta adanya riwayat kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan korban. Berdasarkan keterangan saksi, korban disebut sering memarahi, memaki, memukul, hingga mengancam anggota keluarganya dengan senjata tajam.
Baca Juga: Israel Aktifkan Iron Beam, Sistem Laser Baru yang Diklaim Ubah Peta Pertahanan Udara
“Korban pernah mengancam suami dan kedua anaknya menggunakan pisau. Kakak sering dimarahi, dimaki, bahkan dipukul menggunakan sapu dan tali pinggang. Sementara adik kerap dimarahi dan dicubit,” papar Calvijn.
Akibat perlakuan tersebut, pelaku sempat beberapa kali terlintas keinginan untuk melukai korban, meski sebelumnya tidak pernah memiliki kesempatan.
Puncaknya terjadi pada 10 Desember 2025 sekitar pukul 04.00 WIB, saat pelaku terbangun dari tidurnya dan melihat korban berada di sampingnya.
Baca Juga: Elon Musk Soroti Rencana China Batasi Ekspor Perak, Industri Global Berpotensi Terdampak
“Pelaku terbangun, memandangi korban yang tidur di sampingnya, dan rasa marah itu kembali muncul. Pelaku kemudian mengambil pisau dan melukai korban,” jelas Calvijn.
Penyidik mengungkap, sebelum melakukan aksinya, pelaku sempat membuka bajunya. Saat ditanya alasan tindakan tersebut, pelaku mengaku agar pakaiannya tidak terkena noda darah akibat luka yang ditimbulkan.