INSIBERNEWS - Upaya pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera terus dikebut, khususnya pada sektor pendidikan. Pemerintah menargetkan sekolah-sekolah yang terdampak bencana dapat kembali beroperasi pada pekan pertama Januari 2026 agar proses belajar mengajar tidak berlarut-larut terganggu.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan, progres pemulihan menunjukkan perkembangan positif.
Hingga saat ini, sekitar 65 persen sekolah yang terdampak telah dinyatakan siap beroperasi setelah melalui proses pembersihan dan revitalisasi fasilitas.
Baca Juga: Prabowo Panggil Rosan Roeslani, Bahas Kampung Haji hingga Hunian Korban Bencana
Menurut Pratikno, kesiapan tersebut mencakup ruang kelas, sarana pendukung pembelajaran, hingga aspek keselamatan lingkungan sekolah. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus melakukan pendampingan agar sekolah yang belum siap dapat segera menyusul.
“Pemulihan sektor pendidikan menjadi prioritas karena menyangkut masa depan anak-anak kita. Tidak boleh terlalu lama terhenti,” ujar Pratikno dalam keterangannya.
Ia menegaskan, percepatan penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan arahan langsung Presiden yang harus dilaksanakan tanpa jeda. Seluruh unsur pemerintah diminta bekerja maksimal dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia.
Baca Juga: Ekosistem Halal Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi dan Daya Saing Nasional
“Arahan Presiden sangat jelas dan tegas, semua jajaran pemerintah pusat dan daerah harus bekerja tanpa henti untuk mempercepat penanganan dampak bencana,” kata Pratikno, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (28/12/2025).
Selain perbaikan fisik sekolah, pemerintah juga menyiapkan langkah-langkah pendukung seperti penyediaan perlengkapan belajar, bantuan psikososial bagi siswa, serta penyesuaian kurikulum sementara bagi daerah terdampak.
Pratikno menjelaskan, koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus diperkuat agar pemulihan berjalan serentak. Kementerian Pendidikan, pemerintah daerah, hingga relawan pendidikan dilibatkan untuk memastikan kebutuhan di lapangan terpenuhi.
Baca Juga: APBD DKI 2026 Resmi Dipatok Rp81,32 Triliun, Pemprov Fokuskan Anggaran ke Masalah Warga
Untuk sekolah yang masih belum dapat digunakan, pemerintah menyiapkan opsi pembelajaran sementara, termasuk penggunaan ruang darurat atau sistem belajar bergilir, agar siswa tetap mendapatkan hak pendidikan.
Pemerintah berharap seluruh sekolah terdampak dapat kembali beroperasi secara normal dalam waktu dekat. Dengan kembalinya aktivitas belajar mengajar, diharapkan kehidupan masyarakat pascabencana dapat berangsur pulih.