news

Banjir Bandang Datang Lagi, Permukiman Warga Maninjau Agam Kembali Terendam

Jumat, 26 Desember 2025 | 10:59 WIB
Banjir bandang dengan material kayu hingga batu kembali menghantam Agam, Sumatera Barat. (Instagram/info_agam - pdg24jam)

INSIBERNEWS - Curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali memicu banjir bandang pada Kamis, 25 Desember 2025. Aliran air bercampur lumpur dan material keras kembali menerjang kawasan sekitar Danau Maninjau, membuat warga waspada setelah kejadian serupa sebelumnya.

Wilayah yang terdampak kali ini berada di Jorong Pasa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. Air bah datang membawa lumpur pekat, bebatuan berukuran besar, hingga potongan kayu yang hanyut dari hulu sungai. Arus deras tersebut masuk ke permukiman warga dan meluber ke badan jalan utama.

Baca Juga: Melalui BRILink Agen, Ibu Rumah Tangga Ini Berhasil Bangun Usaha dan Ciptakan Lapangan Kerja di Desa

Sejumlah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan derasnya aliran air yang menutup akses jalan dan merendam halaman rumah warga. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh sementara, terutama karena jalur transportasi sempat tidak bisa dilalui.

Kepanikan warga tak terhindarkan saat air mulai masuk ke kawasan Muaro Pisang, Maninjau, pada siang hari. Hujan deras yang turun sejak pagi membuat debit sungai meningkat cepat, hingga akhirnya meluap ke pemukiman.

“Air datang cepat sekali, bawa batu dan kayu dari atas,” ujar seorang warga dalam rekaman video yang beredar di media sosial.

“Warga langsung lari menyelamatkan diri karena arusnya makin kuat.”

Baca Juga: Perketat Tata Kelola SDA, Pemerintah Cabut Izin Sawit dan Pemanfaatan Kayu

Beberapa warga terlihat berlarian menjauh dari aliran air untuk menghindari kemungkinan terseret arus. Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini, situasi tersebut sempat menimbulkan ketakutan, terutama bagi warga yang tinggal dekat aliran sungai.

Menjelang sore hari, sekitar pukul 18.10 WIB, kondisi air mulai berangsur surut. Jalanan perlahan kembali bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, meski warga diminta tetap berhati-hati karena permukaan jalan licin akibat lumpur basah.

Banjir bandang tersebut kembali meninggalkan endapan lumpur tebal di sejumlah titik. Bongkahan batu dengan berbagai ukuran tampak berserakan di jalan dan halaman rumah warga, sehingga membutuhkan upaya pembersihan lanjutan.

Baca Juga: Menkeu Tegaskan Anggaran Bencana Rp60 Triliun Cukup, Tak Perlu Ambil Alih Dana dari MBG

“Ini sudah dua kali galodo. Sungai penuh batu, lumpur masih tebal di Maninjau,” kata perekam video lain yang diunggah pada hari yang sama.

“Kondisinya belum benar-benar aman.”

Halaman:

Tags

Terkini