INSIBERNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan menelusuri kebenaran informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan aliran dana dalam kasus korupsi proyek pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) periode 2021–2023.
Informasi tersebut menyebut adanya dugaan aliran uang yang melibatkan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan figur publik Aura Kasih. KPK menegaskan setiap informasi yang masuk akan diperlakukan sebagai bahan awal untuk pendalaman perkara.
Baca Juga: Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata Global Saat Natal, Singgung Duka Perang Ukraina
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan laporan dan informasi dari masyarakat merupakan bagian penting dalam proses pengungkapan perkara. Menurutnya, masukan publik dapat memperkaya perspektif penyidik dalam menelusuri dugaan tindak pidana korupsi.
“Informasi dari masyarakat tentu menjadi pengayaan bagi penyidik dan sangat penting untuk ditindaklanjuti. Selanjutnya akan kami cek validitasnya,” ujar Budi di Jakarta, Kamis.
Budi menjelaskan, salah satu langkah yang dapat ditempuh penyidik adalah melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang dianggap mengetahui atau memiliki keterkaitan dengan informasi tersebut. Pemanggilan saksi menjadi bagian dari mekanisme penyelidikan yang lazim dilakukan.
Baca Juga: SBY Soroti Bencana Sumatra, Ingatkan Penanganan Tak Sesederhana yang Dibayangkan
“Kami akan melakukan pengecekan dan konfirmasi kepada pihak-pihak yang dapat memberikan penjelasan terkait informasi itu,” katanya.
Selain itu, KPK juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang memiliki data awal atau dokumen pendukung agar menyampaikannya secara resmi. Informasi yang disertai bukti dinilai akan sangat membantu proses penegakan hukum.
KPK menegaskan penanganan perkara Bank BJB masih terus berjalan. Penyidik, kata Budi, tetap mendalami dugaan aliran dana kepada berbagai pihak, termasuk kepada pejabat maupun pihak lain yang disebut-sebut dalam informasi publik.
Baca Juga: OJK Perketat Aturan BNPL, Skema Paylater Kini Diatur Lebih Jelas dan Terukur
Ia menambahkan, KPK akan bekerja secara profesional dan objektif, serta tidak akan berspekulasi sebelum menemukan alat bukti yang cukup. Setiap nama yang muncul dalam proses penyelidikan akan diperlakukan sesuai prinsip hukum yang berlaku.
Kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB menjadi perhatian publik karena melibatkan anggaran besar dan berlangsung dalam kurun waktu beberapa tahun. KPK memastikan fokus utama lembaga adalah mengungkap fakta dan memastikan pertanggungjawaban hukum.
Dengan langkah ini, KPK berharap kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan korupsi tetap terjaga, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi pengelolaan keuangan negara dan daerah.***
Artikel Terkait
Prabowo Perintahkan Bereskan Kawasan Hutan dan Pertambangan: Penyimpangan Lama Tak Boleh Dibiarkan!
Satgas PKH Bergerak, Hutan Direbut Kembali dan Rp6 Triliun Masuk ke Kas Negara
Negara Tagih Tanggung Jawab, Puluhan Perusahaan Sawit dan Tambang Kena Denda Triliunan Rupiah
Brimob Perketat Pengamanan Misa Natal di Katedral Jakarta, Tim Jibom dan K-9 Turun Tangan
Jebol Diterjang Banjir, Warga Ramai Bawa Pulang Barang Hanyut dari Gudang Supermarket di Cirebon
OTT KPK Jadi Titik Balik, Jaksa Agung Dinilai Tegas Benahi Internal Kejaksaan
OJK Perketat Aturan BNPL, Skema Paylater Kini Diatur Lebih Jelas dan Terukur
Natal Anti Mainstream, Celine Dion Tampil Jadi Grinch dan Bikin Warganet Terhibur
SBY Soroti Bencana Sumatra, Ingatkan Penanganan Tak Sesederhana yang Dibayangkan
Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata Global Saat Natal, Singgung Duka Perang Ukraina