INSIBERNEWS - Paus Leo XIV menyerukan kepada semua pihak yang berkehendak baik untuk menghentikan kekerasan dan menerapkan gencatan senjata selama 24 jam di seluruh dunia pada perayaan Natal.
Seruan itu disampaikan menjelang Hari Raya Natal sebagai pesan damai di tengah konflik yang masih berlangsung di berbagai kawasan.
Pemimpin Vatikan tersebut menegaskan bahwa Natal seharusnya menjadi momen refleksi, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap nilai kehidupan. Menurut Paus, jeda kekerasan, meski singkat, memiliki makna simbolis yang kuat bagi korban perang dan masyarakat dunia.
Baca Juga: SBY Soroti Bencana Sumatra, Ingatkan Penanganan Tak Sesederhana yang Dibayangkan
Paus Leo XIV juga secara terbuka menyampaikan kesedihannya atas penolakan Rusia terhadap usulan gencatan senjata singkat. Penolakan tersebut, kata dia, semakin terasa menyakitkan di tengah laporan serangan berskala besar yang kembali menghantam Ukraina.
“Penolakan terhadap gencatan senjata, terutama di tengah eskalasi serangan, menghadirkan duka yang mendalam bagi hati nurani kemanusiaan,” ujar Paus Leo XIV.
Ia menekankan bahwa warga sipil selalu menjadi pihak yang paling menderita dalam setiap konflik. Kehilangan nyawa, kehancuran rumah, serta trauma berkepanjangan menjadi harga mahal dari perang yang tak kunjung usai.
Baca Juga: Natal Anti Mainstream, Celine Dion Tampil Jadi Grinch dan Bikin Warganet Terhibur
Leo XIV, yang memulai masa kepausannya pada Mei lalu, memimpin Misa Malam Natal pertamanya di Basilika Santo Petrus, Rabu (Kamis dini hari WIB). Dalam misa tersebut, ia kembali menegaskan penolakannya terhadap perang dan segala bentuk kekerasan.
“Natal adalah seruan untuk merawat kehidupan, bukan merenggutnya. Senjata tidak pernah menjadi jalan menuju perdamaian sejati,” tuturnya di hadapan ribuan umat.
Dalam homilinya, Paus juga mengenang penderitaan warga sipil di wilayah konflik, termasuk anak-anak dan kelompok rentan yang terjebak dalam situasi tanpa kepastian. Ia mengajak komunitas internasional untuk tidak memalingkan wajah dari tragedi kemanusiaan yang terjadi.
Baca Juga: OTT KPK Jadi Titik Balik, Jaksa Agung Dinilai Tegas Benahi Internal Kejaksaan
Selain menyerukan gencatan senjata, Paus Leo XIV mendorong dialog sebagai satu-satunya jalan keluar dari konflik berkepanjangan. Menurutnya, keberanian untuk berdamai sering kali lebih sulit, namun jauh lebih bermakna dibandingkan mempertahankan peperangan.
Seruan Paus ini diharapkan dapat menggugah para pemimpin dunia dan pihak-pihak yang bertikai untuk setidaknya menghentikan kekerasan sejenak, serta membuka ruang bagi empati dan harapan di momen Natal yang sarat pesan perdamaian.***