“1 Kampung hampir hilang di Aceh Tamiang, namun bangunan pesantren ini menjadi benteng penahan banjir kayu," tulis Arie.
Ia mengungkapkan bahwa tumpukan kayu di area pesantren mencapai ketinggian sekitar empat meter. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya terkait aktivitas penebangan di hulu.
Baca Juga: Kasus Roti O Picu Perdebatan Cashless, BI Tegaskan Rupiah Tak Boleh Ditolak!
“Andai yang menebang mau tanggung jawab merelokasinya, karena mereka sudah mengambil keuntungannya sedang musibahnya dirasakan warga," tuturnya.
Arie juga berharap pemerintah dapat mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.