“1 Kampung hampir hilang di Aceh Tamiang, namun bangunan pesantren ini menjadi benteng penahan banjir kayu," tulis Arie.
Ia mengungkapkan bahwa tumpukan kayu di area pesantren mencapai ketinggian sekitar empat meter. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya terkait aktivitas penebangan di hulu.
Baca Juga: Kasus Roti O Picu Perdebatan Cashless, BI Tegaskan Rupiah Tak Boleh Ditolak!
“Andai yang menebang mau tanggung jawab merelokasinya, karena mereka sudah mengambil keuntungannya sedang musibahnya dirasakan warga," tuturnya.
Arie juga berharap pemerintah dapat mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Artikel Terkait
Raffi Ahmad Wujudkan Pesan Film TIMUR, Salurkan Keuntungan Penjualan Tiket untuk Bantu Sumatera
Minum Air Hujan dan Tidur Menggigil, Kisah Ibu dan Anak Korban Longsor di Tapanuli Tengah Mengungsi ke Hutan
Akses Desa Terputus, Warga Pematang Durian Gotong Royong Bersihkan Jembatan Usai Banjir Aceh Tamiang
Dikaitkan dengan Ridwan Kamil, Unggahan Lama Aura Kasih Picu Spekulasi Warganet Soal Sosok R
Evakuasi Wanita Melahirkan, Berikut Kisah Heroik TNI di Aceh Tamiang Terjang Banjir Bandang Pakai Pelepah Pisang