INSIBERNEWS - Wajah-wajah pengungsi di Aceh tampak berbinar saat menerima donasi Al-Quran di tengah kondisi pengungsian yang serba terbatas. Bantuan perlengkapan ibadah itu menjadi penguat batin bagi mereka yang sedang berjuang bangkit setelah bencana. Momen penuh haru tersebut terekam dan menyebar luas di media sosial.
Video itu diunggah oleh akun Instagram @ummievinasution pada Kamis, 18 Desember 2025. Dalam rekaman singkat tersebut, terlihat sejumlah ibu-ibu pengungsi mengantre dengan tertib untuk mendapatkan Al-Quran baru yang dibagikan langsung di lokasi pengungsian.
Begitu menerima Al-Quran, salah satu pengungsi tampak langsung memeluk dan menciumnya erat. Ekspresi syukur terpancar jelas dari wajahnya, seolah bantuan itu menjadi jawaban dari doa-doa yang dipanjatkan sejak hari pertama mengungsi.
“Alhamdulillah, dari kemarin ini Ya Allah,” ucap seorang ibu sambil mendekap Al-Quran yang baru diterimanya.
Suasana pengungsian yang sederhana tak mengurangi kekhusyukan momen tersebut. Di sela antrean, terdengar pula suara pengungsi lain yang menanyakan ketersediaan Al-Quran untuk dibagikan.
Baca Juga: KPK Tahan Bupati Bekasi dan Ayahnya Usai Terjaring OTT Dugaan Suap Ijon Proyek
“Al-Qurannya ada, Bu? Ini mau minta Al-Quran,” ujar seorang warga yang baru tiba di lokasi.
Dalam keterangan unggahannya, pemilik akun menyampaikan bahwa setiap datang ke Aceh untuk menyalurkan bantuan, ia tak hanya membawa makanan dan kebutuhan pokok. Perlengkapan ibadah seperti mukena, Iqro’, dan Al-Quran juga selalu diupayakan ikut dibagikan karena kebutuhannya sangat dirasakan para pengungsi.
Kisah ini sejalan dengan video lain yang sebelumnya sempat viral. Dalam unggahan akun TikTok @zaits_bf pada 13 Desember 2025, seorang pengungsi perempuan di Aceh Tamiang terekam menolak pemberian uang dan tambahan makanan. Ia justru menyampaikan bahwa mukena dan jilbab jauh lebih dibutuhkannya.
Baca Juga: Tumpukan Bantuan Pakaian untuk Korban Bencana di Aceh Jadi Sorotan, Warga Butuh Baju Sehari-hari
“Ibu ini nggak mau uang. Ibu maunya mukena sama jilbab, buat ibadah,” ujar perekam video tersebut saat menjelaskan kondisi sang pengungsi.
Video itu juga memperlihatkan tempat tinggal pengungsi yang hanya berupa terpal sederhana dengan atap rendah. Meski hidup dalam keterbatasan, pengungsi tersebut menegaskan bahwa kebutuhan makan sudah terpenuhi, sementara alat ibadah masih sangat kurang.
“Saya nggak minta duit. Mau salat, mau berdoa sama Allah, tapi susah karena nggak ada mukena,” kata pengungsi tersebut lirih.