news

Banjir dan Longsor di Sumatera Telan 1.068 Korban Jiwa, 27 Daerah Masih Tanggap Darurat

Jumat, 19 Desember 2025 | 08:02 WIB
Kepala BNPB menyoroti jumlah korban tewas banjir Sumatra (BNPB)

INSIBERNEWS - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data dampak banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 18 Desember 2025, bencana hidrometeorologi tersebut telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar.

Berdasarkan laporan terkini, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.068 orang. Selain itu, sebanyak 190 orang masih dinyatakan hilang dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan di berbagai titik terdampak.

Baca Juga: Mentan Amran Beri Peringatan Keras Distributor Pupuk, Petani Tak Boleh Dipersulit

BNPB juga mencatat, lebih dari 537 ribu warga terpaksa mengungsi akibat rumah rusak, terendam banjir, atau berada di zona rawan longsor. Para pengungsi saat ini tersebar di lokasi-lokasi pengungsian sementara, termasuk sekolah, balai desa, dan tenda darurat.

Hingga saat ini, sebanyak 27 kabupaten dan kota di tiga provinsi tersebut masih berstatus tanggap darurat. Status ini ditetapkan karena dampak bencana yang masih luas serta kebutuhan penanganan darurat yang belum sepenuhnya tertangani.

Dalam fase tanggap darurat, BNPB bersama pemerintah daerah memfokuskan penanganan pada upaya pencarian dan pertolongan korban. Tim SAR gabungan dikerahkan untuk menyisir area longsor dan wilayah yang sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur.

Baca Juga: Mensesneg Beberkan Fokus Prabowo di Sumbar: Agam, Padang Pariaman, Jembatan Lembah Anai untuk Pastikan Pemulihan

Selain pencarian korban, distribusi bantuan logistik menjadi prioritas utama. BNPB memastikan kebutuhan dasar para pengungsi, seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan pengungsian, terus disalurkan meski menghadapi kendala akses di sejumlah daerah.

Upaya pembukaan akses jalan yang terputus akibat longsor dan banjir juga terus dilakukan. Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor, sementara pemulihan jaringan komunikasi dan pasokan energi menjadi perhatian agar koordinasi penanganan berjalan optimal.

Di tengah masih berlangsungnya fase darurat, BNPB mulai mengoptimalkan langkah-langkah pemulihan dini. Langkah ini meliputi pendataan kerusakan, penilaian kebutuhan rehabilitasi, serta persiapan relokasi sementara bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Baca Juga: KPK Lakukan OTT di Banten, Lima Orang Kini Diperiksa Intensif

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan masih tinggi di sejumlah wilayah Sumatera. Koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat agar penanganan darurat dan pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.***

Tags

Terkini