news

Bulog Pastikan Stok Beras Aman 3,8 Juta Ton, Tak Perlu Impor Jelang Akhir Tahun

Jumat, 28 November 2025 | 09:27 WIB
Ilustrasi gudang bulog (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan ketersediaan cadangan beras pemerintah (CBP) berada pada kondisi aman. Hingga saat ini, stok nasional mencapai sekitar 3,8 juta ton, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun tanpa harus membuka keran impor.

Rizal menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga telah menegaskan capaian swasembada beras Indonesia dalam berbagai forum dunia, mulai dari sidang PBB hingga pertemuan para pemimpin negara G20.

Menurutnya, pernyataan itu bukan sekadar klaim, melainkan didukung data konkret yang menunjukkan peningkatan produktivitas nasional.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Janji Pelajari Dugaan Pengecilan Pajak, Tegaskan Beda dengan Tax Amnesty

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok beras kita aman, dan pemerintah tidak perlu impor dari negara mana pun,” ujar Rizal menegaskan.

Ia menambahkan, kemampuan petani Indonesia terus mengalami peningkatan seiring pemanfaatan teknologi pertanian yang lebih modern. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi nasional tahun 2025 diperkirakan menembus 34,77 juta ton—angka yang menunjukkan ketahanan pangan domestik semakin kuat.

Meski demikian, Rizal memberi perhatian khusus pada dua wilayah, yakni Kota Batam di Kepulauan Riau dan Kabupaten Sabang di Aceh. Ia berharap kedua daerah tersebut tidak lagi melakukan praktik impor beras ilegal karena Bulog sudah mengirim pasokan resmi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Bea Cukai Harus Berbenah, Ancaman Pembubaran Mengintai!

“Untuk Batam dan Karimun, kami sudah kirim 48 ribu ton. Jadi tidak ada alasan untuk ambil beras dari jalur impor ilegal,” ujarnya.

Bulog mengirim dua jenis beras premium—Sentra Ramos dan Punakawan—yang dipasarkan sekitar Rp14.900 per kilogram. Harga tersebut berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) wilayah setempat, yaitu Rp15.400 per kilogram, sehingga diharapkan mampu menjadi opsi terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan kualitas lebih baik.

Pengiriman beras premium ke Batam dilakukan pada Kamis dan diperkirakan tiba pada Rabu (3/12). Rizal menyebut distribusi ini menjadi langkah antisipatif agar pasokan tetap lancar jelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Baca Juga: Heboh Pegawai KRL Hilang Pekerjaan Gegara Tumbler Penumpang Hilang, Bos KAI Bantah Isu Pemecatan

Sementara itu, untuk wilayah Sabang, Bulog akan mengerahkan kantor cabang di Aceh untuk memperkuat distribusi. Langkah ini diambil agar tidak ada lagi kekosongan stok yang dapat memicu ketergantungan pada beras ilegal dari luar negeri.***

Tags

Terkini