INSIBERNEWS – Penyelidikan terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini menyoroti dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan lahan, yang disebut-sebut menjadi salah satu titik rawan permainan anggaran selain isu mark up yang sebelumnya mencuat.
Langkah penyelidikan yang lebih mendalam ini dilakukan setelah lembaga antirasuah menerima berbagai informasi terkait dugaan jual beli lahan yang tak sesuai prosedur. Bahkan, muncul indikasi adanya aset negara yang justru dijual kembali ke negara melalui mekanisme pembebasan lahan proyek.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa tim penyelidik telah memanggil sejumlah pihak yang dinilai mengetahui proses pengadaan lahan tersebut.
“Jadi, KPK mendalami bagaimana proses-proses pengadaan, salah satunya terkait dengan pengadaan lahannya, bagaimana pihak-pihak ini melakukan pengadaan lahan yang digunakan untuk jalur kereta cepat tersebut,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Senin, 17 November 2025.
Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Menjulang 800 Meter dan Warga Diminta Waspada
Jumlah pihak yang telah dipanggil, kata Budi, cukup banyak, meski ia belum bisa membeberkan daftar maupun identitasnya.
“Sudah lumayan, sudah cukup banyak, dan ini masih terus dilakukan,” ucapnya.
Ketika ditanya lebih jauh mengenai siapa saja yang sudah dimintai keterangan, Budi menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan sehingga detailnya belum bisa dipublikasikan.
Baca Juga: Banjir Ulasan Buruk, Netizen Ungkap Deretan Masalah Aplikasi TRING! Pegadaian
“Nah, ini masih di tahap penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan pihak mana saja. Tapi tentu mereka yang diduga mengetahui dan terkait langsung dengan pengadaan lahan jalur kereta cepat tersebut,” jelasnya.
Budi menyebutkan bahwa seluruh informasi yang dikumpulkan nantinya akan dianalisis dan dicocokkan dengan data yang sudah dimiliki KPK sebelumnya. Langkah ini disebut penting untuk memetakan peristiwa pidana yang mungkin terjadi.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Cukup Dalam, Ini Daftar Harga Terbarunya di Pasaran
“Saat ini fokus di pengadaan lahan seperti apa, nanti didalami. Pasti akan ada update ketika tim sudah menemukan informasi baru baik dari lapangan maupun dari pemeriksaan sejumlah pihak,” tambahnya.