INSIBERNEWS - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, kembali menyampaikan kritik tajam terhadap lembaga yang pernah ia pimpin.
Ia menilai KPK saat ini seperti kehilangan sebagian nilai dasar yang dulu dijadikan landasan dalam setiap langkah pemberantasan korupsi, meski beberapa bulan terakhir lembaga antikorupsi itu cukup aktif melakukan operasi tangkap tangan atau OTT.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Harga Beras Tak Melambung Jelang Nataru 2026
Saut menjelaskan bahwa sejak awal, para pegawai KPK mendapatkan penanaman nilai-nilai yang harus dipegang teguh, seperti kejujuran, keberanian, kepedulian, hingga sikap sederhana dan bertanggung jawab.
Ia menyebutkan bahwa nilai inilah yang menjadi roh KPK, namun kini sebagian mulai dipertanyakan seiring sejumlah sikap lembaga yang dinilai tidak konsisten.
“Ketika kita masuk di KPK itu, kita diinduksi, terdoktrin jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, berani, sederhana, adil, dan seterusnya. Itu harus pegang,” ujar Saut dalam podcast PHD 4K di kanal YouTube Forum Keadilan TV.
Dalam pembicaraan tersebut, Saut mengambil contoh perbedaan pernyataan yang dikeluarkan KPK soal penyelidikan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Menurutnya, pernyataan yang berubah-ubah menunjukkan adanya inkonsistensi yang seharusnya dapat ditegur oleh pengawas internal lembaga.
“Sekarang coba aja kalau dia bilang penyelidikan Whoosh itu awal tahun 2025, tapi sebelumnya dibantah. Itu aja nggak konsisten,” kata Saut.
Baca Juga: Dukung Produk Kerajinan Lokal, Pundi Craft Tumbuh Bersama Pemberdayaan Rumah BUMN BRI
Ia bahkan membandingkan pengawasan di era dirinya menjabat dengan kondisi sekarang. Menurutnya, dulu setiap kesalahan kecil dari pimpinan langsung mendapat teguran keras dari Dewan Pengawas, sehingga nilai integritas benar-benar hidup dan dijaga secara ketat.
Lebih jauh, Saut juga menegaskan pentingnya kritik publik bagi KPK. Ia menilai lembaga antirasuah harus terus “ditantang” dari luar agar tidak terlena dan tetap memiliki energi dalam memburu kasus korupsi.
“KPK ini harus ditantang. Waktu saya empat tahun di sana, saya paling senang sama ICW karena ICW itu gebukin saya terus,” ujarnya.