Pemberantasan Korupsi Makin Optimal dari Dukungan Publik
Bambang kemudian menambahkan bahwa beberapa waktu terakhir, ada dukungan besar dari publik dalam pemberantasan korupsi.
“Memang paling menarik itu partisipasi publik, dukungan publik terhadap upaya dan ikhtiar pemberantasan korupsi luar biasa dahsyatnya,” kata Bambang.
Oleh karena itu, kepercayaan publik perlu didapatkan kembali oleh pihak-pihak yang terkait dalam upaya pemberantasan korupsi.
Baca Juga: Erick Thohir: Garuda Muda Pulang dengan Kepala Tegak, Bikin Sejarah di Piala Dunia U-17
“Trust dari publik itu menurut saya, tidak akan mungkin pemberantasan korupsi dilakukan optimal kalau tidak ada gerakan sosial anti korupsi yang melibatkan secara sistematis dan sengaja atau kelompok dari masyarakat,” tuturnya.
Prabowo dan Upaya Pemberantasan Korupsi
Prabowo gencar menggaungkan pemerintahan yang bersih dan tidak ada praktik penyelewengan dalam jajarannya.
“Saat saya ambil alih pemerintahan, saya semakin kaget, saya tidak menduga parahnya korupsi tersebut. Tapi saya bertekad untuk menegakkan pemerintahan yang bersih,” ujar Prabowo saat memberikan sambutan di Munas PKS di Hotel Sultan, Jakarta Pusat pada 29 September 2025 lalu.
“Hanya dengan pemerintah yang bersih, Indonesia bisa bangkit,” imbuhnya.
Baca Juga: Mayat Pria Terikat Ditemukan di Tol Jagorawi, Polisi Duga Korban Pembunuhan
Sayangnya, menurut Prabowo, mereka yang masih berada di jalan yang lurus kalah cerdik dengan koruptor.
“Kekayaan kita luar biasa, tapi kita harus akui kelemahan dari elite kita. Kelemahan dari mereka yang kita anggap pintar dan cemerlang, ternyata kalah pintar dengan koruptor, penipu, dan manipulator,” lanjutnya.
Dalam tindakan korupsi tersebut, kata Prabowo adalah bentuk dari perampokan sistemik.
Baca Juga: Harga Minyak Goreng Tetap ‘Bandel’, BPS Sebut Stabil Tapi di Level Tinggi
“Sistem yang dibuat dan kelengahan elite kita selama ini, sehingga kekayaan kita terkeruk,” ucapnya.
“Mereka ingin menghentikan pembangunan dan kebangkitan ekonomi Indonesia, mereka ingin meneruskan paradoks yang kita alami sekarang. Kekayaan begitu besar hanya dinikmati oleh segelintir orang saja, ini yang akan saya lawan,” tegasnya kala itu.***