news

Pemerintah Bakal Kirim Tim ke China, Bahas Skema Pembayaran Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh

Selasa, 11 November 2025 | 18:32 WIB
Ilustrasi Kereta Cepat Whoosh (Foto:KCIC)

INSIBERNEWS - Pemerintah Indonesia berencana mengirim tim ke China untuk membahas lebih lanjut skema pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau yang dikenal dengan nama Whoosh.

Rencana ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memastikan kejelasan mekanisme pembayaran utang antara kedua negara.

Baca Juga: Jennie BLACKPINK Siap Guncang Madrid di Mad Cool Festival 2026

“Nanti akan didiskusikan, dan kemungkinan Indonesia akan kirim tim ke China lagi untuk membahas seperti apa skema pembayarannya secara detail. Kalau saya diajak, tentu saya ingin ikut agar tahu langsung arah pembahasannya seperti apa nanti,” ujar Purbaya kepada wartawan saat ditemui di Surabaya, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, pembahasan ini masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan resmi mengenai jadwal keberangkatan maupun komposisi tim yang akan dikirim.

Namun, pemerintah ingin memastikan bahwa negosiasi dilakukan secara hati-hati agar tidak merugikan kepentingan Indonesia dalam jangka panjang.

Baca Juga: Erick Thohir: Garuda Muda Pulang dengan Kepala Tegak, Bikin Sejarah di Piala Dunia U-17

Purbaya menegaskan, pembahasan terkait utang proyek kereta cepat ini menjadi penting karena menyangkut keuangan negara dan tanggung jawab antar pihak yang terlibat. Pemerintah, katanya, berkomitmen menjaga transparansi dalam pengelolaan proyek besar yang didanai melalui skema kerja sama internasional.

“Yang jelas, kita ingin memastikan bahwa semua perhitungan utangnya jelas, transparan, dan tidak menimbulkan beban tambahan di masa depan. Jadi pembahasan ini bukan sekadar soal pembayaran, tapi juga tata kelola dan keberlanjutan proyeknya,” tambahnya.

Baca Juga: Jungkook BTS Kembali Diterpa Rumor Pacaran, Video Diduga Bersama Wanita Misterius Hebohkan Fans

Proyek KCJB sendiri merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan China yang dijalankan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Proyek ini sempat mengalami pembengkakan biaya atau cost overrun yang membuat kedua belah pihak harus melakukan renegosiasi terhadap skema pembiayaan dan pengembalian dana pinjaman.

Selain membahas pembayaran utang, pemerintah juga disebut tengah mengevaluasi aspek operasional KCJB yang baru berjalan satu tahun. Evaluasi ini mencakup efisiensi biaya operasional, tarif tiket, hingga jumlah penumpang harian yang dinilai masih perlu ditingkatkan agar proyek bisa berjalan secara berkelanjutan tanpa terus bergantung pada subsidi.

Baca Juga: Satgas Temukan Pedagang Masih Jual Beras di Atas HET, Polda Metro Ancam Cabut Izin Usaha

Halaman:

Tags

Terkini