INSIBERNEWS - Ada dua komisi yang kini sama-sama bergerak untuk mempercepat reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Satu komisi dibentuk langsung oleh institusi Polri pada 17 September 2025, sementara satu lagi merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang resmi dibentuk pada 7 November 2025.
Meski sempat menimbulkan pertanyaan publik soal potensi tumpang tindih, kedua tim ini justru disebut akan berjalan beriringan dan saling melengkapi.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo termasuk dalam 11 nama yang ditunjuk Presiden Prabowo sebagai anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri.
Kehadiran Listyo di tim tersebut disebut akan menjadi jembatan komunikasi agar koordinasi antara pemerintah dan Polri berjalan cepat dan efektif.
Ketua Komisi Reformasi Polri bentukan Presiden, Jimly Asshiddiqie, menilai kehadiran Kapolri dalam struktur komisi sangat penting untuk memastikan rekomendasi bisa langsung ditindaklanjuti tanpa hambatan birokrasi.
Baca Juga: Imbas Terjadinya Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Pemerintah Akan Batasi Game Online, Termasuk PUBG
Jimly mengungkapkan bahwa timnya akan bekerja secara intensif selama tiga bulan ke depan dengan jadwal pertemuan rutin setiap pekan. Menariknya, Komisi Reformasi versi Presiden juga akan mengundang perwakilan dari tim internal Polri untuk berbagi laporan dan temuan terkini.
“Kami sudah sepakat untuk selalu berkoordinasi. Ketua Tim Reformasi Internal Polri juga akan rutin diundang dalam rapat kami,” ujar Jimly saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/11/2025).
“Tujuannya agar kami tidak hanya menilai Polri dari luar, tapi juga memahami dinamika di dalamnya. Jadi kerja kami bukan untuk menilai, tapi untuk memperbaiki bersama,” lanjutnya.
Dari sisi institusi, Kapolri Listyo Sigit menegaskan bahwa keterlibatannya dalam komisi bentukan Presiden merupakan bentuk komitmen Polri untuk terbuka terhadap evaluasi dan pembaruan. Menurutnya, keberadaan dua komisi justru mempercepat proses pembenahan di tubuh kepolisian.
Baca Juga: Soroti Insiden Ledakan SMA 72 Jakarta, Prabowo Minta Sekolah Waspadai Pengaruh Game dan Bullying
“Dengan saya ikut di dalamnya, koordinasi bisa lebih cepat. Kami bisa langsung merespons dan mengimplementasikan rekomendasi yang diberikan kepada Presiden,” ucap Listyo.