Prabowo juga menyinggung aspek transparansi dan pengelolaan keuangan negara. Ia mengingatkan bahwa dana untuk proyek semacam ini berasal dari pajak rakyat, sehingga prioritas utama pemerintah adalah memastikan penggunaan dana yang efektif, jujur, dan bebas dari praktik korupsi.
Anti-Korupsi: "Uang itu dari pajak. Maka kita harus cegah kebocoran, cegah korupsi. Uang rakyat tidak boleh dicuri. Kita kembalikan untuk pelayanan rakyat."
Seruan Menghentikan Polarisasi dan Politisasi
Presiden Prabowo secara keras mengimbau semua pihak untuk tidak mempolitisasi persoalan Whoosh. Ia menilai perdebatan yang ada hanya menciptakan kegaduhan dan mengganggu fokus pemerintah dalam melayani rakyat.
"Jangan dipolitisasi, jangan menari di gendang telinganya orang. Bangsa kita kuat, bangsa kita kaya," tegasnya.
Presiden menjamin telah mempelajari detail permasalahan Whoosh dan memastikan proyek ini berada dalam koridor aman. Pesan ini ditujukan untuk meredam spekulasi yang berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap proyek infrastruktur strategis.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto ini bukan hanya sekadar pembelaan terhadap Whoosh, tetapi merupakan penegasan ulang filosofi pembangunan transportasi publik di Indonesia: bahwa ia adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan bangsa, bukan semata hitungan laba-rugi.
Dengan mengambil alih tanggung jawab penuh, Presiden mengirimkan sinyal kuat mengenai komitmennya terhadap keberlanjutan dan modernisasi layanan publik di Tanah Air (**)