news

Menaker Dorong Kampus Siapkan SDM Hijau Hadapi Transisi Energi Masa Depan

Jumat, 31 Oktober 2025 | 19:40 WIB
Potret Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli. (Instagram.com/@yassierli)

INSIBERNEWS — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi perubahan besar di sektor energi.

Ia menilai dunia kerja masa depan akan sangat bergantung pada kemampuan tenaga kerja dalam beradaptasi dengan transisi menuju energi hijau.

Baca Juga: Prabowo Nilai KTT APEC 2025 Beri Angin Segar bagi Dunia, Serukan Ketenangan untuk Pulihkan Ekonomi Global

Dalam keterangan resminya, Jumat (31/10/2025), Yassierli menyebut bahwa Indonesia tengah memasuki era baru di mana lapangan kerja ramah lingkungan atau green jobs menjadi kebutuhan utama.

Perguruan tinggi, kata dia, tidak hanya dituntut melahirkan lulusan yang berilmu, tetapi juga yang terampil dan mampu bersaing di pasar kerja global.

“Green jobs bukan lagi sekadar pilihan, tapi sudah menjadi keharusan. Kita perlu SDM yang benar-benar siap menjawab tantangan transisi energi hijau ini,” ujar Yassierli.

Baca Juga: Onadio Leonardo dan Istri Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba, Diamankan Bersama Barang Bukti Ganja dan Ekstasi

Kementerian PPN/Bappenas memperkirakan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia membutuhkan sekitar 1,5 juta tenaga kerja baru untuk mengisi sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan energi hijau. Jumlah tersebut mencakup bidang pembangkit energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, hingga manajemen lingkungan.

Namun, tantangan utamanya bukan hanya pada jumlah tenaga kerja, melainkan kualitasnya.

Menurut Yassierli, banyak tenaga kerja yang belum memiliki keahlian spesifik yang dibutuhkan untuk mengelola teknologi dan sistem energi ramah lingkungan.

Baca Juga: Prabowo Dorong Mahasiswa Indonesia Belajar Kedokteran di Selandia Baru, Tegaskan Pentingnya Kerja Sama Pendidikan

Karena itu, ia menilai dunia kampus harus mulai mengubah pola pembelajaran agar lebih relevan dengan kebutuhan industri hijau. Ia mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kerja sama dengan sektor swasta dan lembaga riset dalam mengembangkan kurikulum berbasis teknologi hijau.

“Kalau kampus bisa menjadi pusat inovasi dan pelatihan yang terhubung dengan industri, kita bisa melahirkan tenaga kerja yang tidak hanya siap kerja, tapi juga siap berinovasi,” tambahnya.

Baca Juga: Prabowo Ajak Selandia Baru Bantu Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Calon Pekerja Migran Indonesia

Halaman:

Tags

Terkini