news

Trump Perintahkan Uji Coba Nuklir, AS Teken 'Kesetaraan' dengan Negara Bersenjata Nuklir

Jumat, 31 Oktober 2025 | 08:25 WIB
Trump Perintahkan Uji Coba Nuklir Singgung soal 'Kesetaraan' dengan Negara Bersenjata Nuklir (Instagram @realdonaldtrump)

INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keputusan mengejutkan untuk memulai kembali uji coba senjata nuklir. Langkah ini disebutnya sebagai upaya menjaga kesetaraan strategis dengan negara-negara yang sudah memiliki kapasitas nuklir besar seperti Rusia dan China.

Trump menegaskan bahwa keputusan ini bukan semata-mata soal kekuatan militer, tetapi juga untuk memastikan Amerika Serikat tetap unggul dalam perlombaan senjata global yang terus berkembang.

“Saya telah menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk memulai uji coba nuklir kami secara setara. Proses ini akan segera dijalankan,” ujarnya.

Baca Juga: TRAGIS! Diduga Gegara Tak Dengar Klakson, Purnawirawan TNI 85 Tahun Tewas Disambar Kereta

Selain itu, Trump juga memberikan lampu hijau bagi Korea Selatan untuk mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir sendiri. Keputusan ini muncul setelah serangkaian negosiasi dagang yang sukses dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Trump menekankan pentingnya memperkuat sekutu strategis di Asia.

Para pakar menyatakan keputusan ini berpotensi memicu ketegangan baru di arena internasional. Uji coba nuklir AS yang pertama sejak 1992 diprediksi akan memicu respons dari negara-negara lain, terutama Rusia dan China, yang selama ini telah meningkatkan kapasitas nuklir mereka.

Baca Juga: Rest in Peace, Ayahanda YouTuber Jerome Polin Meninggal Dunia

Di dalam negeri, pengumuman ini menuai pro dan kontra. Sebagian pihak menyambut langkah ini sebagai tindakan tegas untuk menjaga keamanan nasional, namun ada juga yang khawatir bahwa keputusan ini dapat memicu perlombaan senjata yang berbahaya dan meningkatkan risiko konflik.

Trump menegaskan bahwa kebijakan ini tetap selaras dengan tujuan jangka panjang yaitu dengan memastikan perlindungan bagi rakyat Amerika sekaligus mendorong negosiasi denuklirisasi global. Ia menyebut bahwa uji coba ini dilakukan “secara bertanggung jawab” dan dengan pemantauan ketat dari militer AS.

Baca Juga: Harvey Moeis Resmi Jalani Hukuman 20 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi Timah, Dieksekusi ke Lapas Cibinong

Para analis internasional memprediksi bahwa langkah ini akan menjadi sorotan utama dalam diplomasi global. Banyak negara menunggu reaksi resmi AS terhadap perjanjian non-proliferasi dan bagaimana uji coba ini akan mempengaruhi stabilitas kawasan Asia-Pasifik.

Beberapa pengamat juga menekankan pentingnya keterbukaan dan komunikasi transparan agar dunia internasional memahami konteks keputusan ini, mengingat potensi risiko eskalasi yang tinggi. Trump pun berjanji akan terus melakukan koordinasi dengan sekutu untuk menjaga keamanan bersama.

Dengan keputusan ini, AS memasuki babak baru dalam persaingan senjata nuklir internasional. Dampaknya akan terasa tidak hanya dalam konteks militer, tetapi juga politik dan diplomasi global, terutama di tengah ketegangan yang terus meningkat antara kekuatan besar dunia. ***

Tags

Terkini