INSIBERNEWS - Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur rel tanpa palang pintu di wilayah Kabupaten Malang. Seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat bernama MG Sembiring, berusia 85 tahun, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) Dhoho jurusan Blitar–Malang pada Kamis siang, 30 Oktober 2025. Peristiwa tragis ini terjadi di area persawahan Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, sekitar pukul 11.25 WIB.
Korban diketahui tengah berjalan kaki melintasi rel di kawasan Jalan Sumedang ketika kereta bernomor lokomotif CC 2018319 melaju dari arah Blitar menuju Malang.
Menurut keterangan saksi, Sembiring tampak tidak menyadari adanya kereta yang mendekat, meskipun suara klakson sudah dibunyikan keras-keras oleh masinis sejak dari kejauhan.
Baca Juga: PPATK Bongkar Perputaran Uang Judi Online Nyaris Capai Rp1000 Triliun, Puluhan Ribu ASN Terlibat
Kapolsek Kepanjen, AKP Subijanto, menjelaskan bahwa masinis sudah berupaya maksimal untuk memperingatkan korban. Namun, Sembiring tidak menunjukkan respons apa pun hingga akhirnya tertabrak di titik KM 69+500.
“Masinis sudah membunyikan klakson berulang kali dari jarak sekitar 200 meter, tapi korban tetap berjalan di atas rel. Dari keterangan keluarga, korban memang memiliki gangguan pendengaran,” ungkap Subijanto.
Baca Juga: Wali Kota Tri Adhianto Tegaskan Mutasi ASN di Bekasi Bersih dari Praktik Jual Beli Jabatan
Benturan keras membuat tubuh korban terpental sekitar lima meter ke sisi timur rel. Ia meninggal dunia di tempat akibat luka berat di bagian kepala. Petugas kepolisian bersama tim Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api) segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi.
“Korban mengalami luka robek di kepala bagian belakang dan lecet di tangan kanan. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung kami evakuasi bersama keluarga ke rumah duka,” tambah Subijanto.
Baca Juga: Terjerat Kasus Penggelapan, Bos Mecimapro Justru Masuk Bui di Tengah Tuntutan Refund Konser Day6
Menurut keterangan keluarga, almarhum MG Sembiring dikenal sebagai sosok yang rajin dan tetap aktif meski sudah berusia lanjut. Hari itu, ia berniat menuju sawah miliknya yang tak jauh dari rumah.
Namun karena jalur rel yang menjadi satu-satunya akses, ia harus melintasi perlintasan tanpa palang tersebut. Diduga, gangguan pendengaran membuatnya tidak mendengar suara klakson dan deru kereta yang mendekat.
Sejumlah warga sekitar mengaku bahwa lokasi tersebut memang rawan kecelakaan. Posisi rel berada di area yang agak menurun dan sedikit menikung, sehingga pandangan masinis maupun pejalan kaki sering kali terhalang.
Baca Juga: Viral Video Oknum Polisi Lakukan Catcalling, Polda Metro Jaya Tindak Tegas Beri Hukuman Disiplin