Selain alasan efisiensi, muncul juga spekulasi bahwa peran kecerdasan buatan (AI) turut berpengaruh terhadap keputusan ini. Beberapa fungsi pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak staf kini mulai bisa diotomatisasi dengan sistem berbasis AI. Hal ini membuat kebutuhan tenaga kerja di beberapa level manajerial menjadi berkurang secara signifikan.
Langkah pemangkasan besar-besaran ini menunjukkan bahwa bahkan raksasa teknologi seperti Amazon pun harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan zaman dan tuntutan pasar.
Ke depan, perusahaan diyakini akan lebih fokus pada efisiensi digital, otomatisasi, dan strategi bisnis berbasis AI — yang mungkin akan terus mengubah wajah dunia kerja global. ***