Purbaya menegaskan, pembangunan seperti Whoosh seharusnya tidak hanya berhenti di infrastruktur, tapi juga mendorong kegiatan ekonomi baru, seperti pariwisata, UMKM, hingga investasi properti di sekitar jalur. Dengan begitu, dampak ekonomi yang dijanjikan proyek tersebut benar-benar bisa dirasakan.
Sementara Jokowi juga menyoroti potensi besar yang dibawa Whoosh, terutama dalam membuka peluang ekonomi baru.
“Kereta cepat membuka titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, menumbuhkan warung, UMKM, sampai meningkatkan nilai properti dan pariwisata,” katanya.
Baca Juga: Menko PM Cak Imin Buka Suara soal 97 WNI Korban Scam di Kamboja
Meski masih menuai pro dan kontra, baik Jokowi maupun Purbaya optimis bahwa beban utang Whoosh bisa dikendalikan seiring meningkatnya jumlah pengguna dan tumbuhnya kawasan ekonomi baru di sepanjang jalur kereta cepat tersebut.
Pemerintah kini tengah menyiapkan strategi lanjutan agar proyek ambisius ini tidak hanya menjadi simbol modernisasi transportasi, tapi juga mesin penggerak ekonomi regional yang berkelanjutan.***