Drama 'Salah Panggil' dan Permintaan Maaf Resmi Tuan Rumah
Kedatangan Presiden Prabowo di KLCC diwarnai momen tak terduga yang langsung menjadi perbincangan.
Saat tiba dan disambut hangat oleh PM Anwar Ibrahim, pembawa acara KTT secara keliru memanggilnya sebagai Presiden ke-7 Indonesia.
"Yang terhormat Presiden Indonesia Joko Widodo," kata sang pembawa acara.
Meskipun terjadi kesalahan fatal di depan kamera, Prabowo tetap bersikap tenang, turun dari mobil, dan menyambut jabat tangan akrab PM Anwar.
Insiden ini cepat menjadi viral, dan tak lama kemudian, lembaga penyiaran publik Malaysia, Radio Televisyen Malaysia (RTM), mengeluarkan permintaan maaf resmi atas kekeliruan tersebut, menunjukkan sensitivitas diplomatik yang tinggi.
Baca Juga: MIRIS! Gara-gara Rokok di Kamar, Adik Ipar Tega Palu Abang hingga Tewas di Pasar Minggu
Baca Juga: Dendam Lama Berakhir Maut: ARH Palu Abang Ipar di Pasar Minggu Usai Tersinggung Soal Rokok
KTT ASEAN: Saksi Bisu Gencatan Senjata Bersejarah Thailand-Kamboja
Selain agenda utama, KTT ke-47 ASEAN juga mencatat sejarah baru dengan ditandatanganinya perjanjian gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja.
Perjanjian damai ini disepakati oleh Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet.
Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh PM Malaysia Anwar Ibrahim dan kehadiran mengejutkan Presiden AS Donald Trump.
Perjanjian tersebut mencakup poin-poin krusial, termasuk pembebasan 18 tentara Kamboja oleh Thailand dan penarikan senjata berat dari wilayah perbatasan kedua negara.
Malaysia bahkan akan mengirim tentara untuk memastikan implementasi gencatan senjata.
Baca Juga: Mahfud MD: Kontrak Kereta Cepat Whoosh 'Perangkap Utang' China, Klausul Sita Aset Hantui Indonesia!